IHSG 9 September Dibuka Turun Tertekan Pelemahan Wall Street dan Rupiah

514

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Jumat (08/09) dibuka turun -13,10 poin atau -0,24 persen, pada 5357,98. Pelemahan IHSG tertekan pelemahan bursa Wall Street setelah keputusan mengecewakan ECB dan pelemahan Rupiah.

Bursa Saham AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat dinihari, mengabaikan lonjakan harga minyak, karena keputusan mengecewakan terbaru Bank Sentral Eropa yang tidak memperluas kebijakan moneternya. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup 46,23 poin lebih rendah, atau 0,25 persen, di 18,479.91. Indeks S & P 500 tergelincir 4,86 poin, atau 0,22 persen, menjadi ditutup pada 2,181.30. Indeks Nasdaq turun 24,44 poin, atau 0,46 persen menjadi ditutup pada 5261.

Lihat : Bursa Wall Street Turun Setelah Keputusan Mengecewakan ECB

Bank Sentral Eropa (ECB) mengejutkan pasar pada hari Kamis (08/09) karena gagal untuk memperpanjang batas waktu untuk program pembelian obligasi triliun-euro.

Harapan yang tinggi bahwa bank sentral akan memperpanjang program melebihi batas waktu saat ini Maret 2017, tetapi itu tidak terjadi.

Presiden ECB Mario Draghi mengatakan bank sentral tidak membahas memperpanjang program pada pertemuan kebijakan moneter terbaru.

Lihat : ECB Gagal Perpanjang Batas Waktu QE, Pangkas Pertumbuhan Ekonomi 2017-2018

Pagi ini terpantau Rupiah melemah. Pasangan mata uang USDIDR menguat 0,17 persen pada 13,085.

Pagi ini terpantau 59 saham menguat, 101 saham melemah, dan sisanya saham stagnan. Tercatat transaksi sebesar lebih Rp299 miliar dari 293 juta lembar saham diperdagangkan dengan transaksi sebanyak lebih 15.000 kali.

Pagi ini IHSG tertekan oleh semua sektor yang negatif, dengan pelemahan tertinggi sektor Konsumer yang turun 1,02 persen.

Pagi ini terjadi aksi profit taking investor asing, dimana dana asing yang keluar pasar modal mencapai Rp 41,14 miliar.

Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak melemah terbatas terpicu pelemahan Wall Street dan Rupiah. Namun diharapkan optimisme ekonomi Indonesia dapat menguatkan IHSG. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 5296-5266, dan jika naik akan menembus kisaran Resistance 5352-5382.

Doni/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here