IHSG 9 September Sesi 1 Tertekan Pelemahan Semua Sektor

384

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi 1 Jumat siang (09/09) masih berada di zona merah, turun 57,50 poin atau 1,07 persen pada 5313,58. Pelemahan IHSG tertekan pelemahan bursa Wall Street setelah keputusan mengecewakan ECB dan pelemahan Rupiah.

Bursa Saham AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat dinihari, mengabaikan lonjakan harga minyak, karena keputusan mengecewakan terbaru Bank Sentral Eropa yang tidak memperluas kebijakan moneternya. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup 46,23 poin lebih rendah, atau 0,25 persen, di 18,479.91. Indeks S & P 500 tergelincir 4,86 poin, atau 0,22 persen, menjadi ditutup pada 2,181.30. Indeks Nasdaq turun 24,44 poin, atau 0,46 persen menjadi ditutup pada 5261.

Lihat : Bursa Wall Street Turun Setelah Keputusan Mengecewakan ECB

Bank Sentral Eropa (ECB) mengejutkan pasar pada hari Kamis (08/09) karena gagal untuk memperpanjang batas waktu untuk program pembelian obligasi triliun-euro.

Harapan yang tinggi bahwa bank sentral akan memperpanjang program melebihi batas waktu saat ini Maret 2017, tetapi itu tidak terjadi.

Presiden ECB Mario Draghi mengatakan bank sentral tidak membahas memperpanjang program pada pertemuan kebijakan moneter terbaru.

Lihat : ECB Gagal Perpanjang Batas Waktu QE, Pangkas Pertumbuhan Ekonomi 2017-2018

Siang ini terpantau Rupiah melemah. Pasangan mata uang USDIDR menguat 0,13 persen pada 13,080.

Terpantau siang ini 72 saham menguat, 201 saham melemah. Tercatat transaksi sebesar lebih Rp3,97 triliun dari 3,47 miliar lembar saham diperdagangkan dengan transaksi sebanyak lebih 117.582 kali.

IHSG siang ini tertekan oleh semua sektor yang negatif, dengan pelemahan tertinggi sektor Keuangan yang turun -1,33 persen.

Siang ini terjadi aksi profit taking investor asing, dimana dana asing yang keluar pasar modal mencapai Rp 408,56 miliar.

Lihat : IHSG 9 September Dibuka Turun Tertekan Pelemahan Wall Street dan Rupiah

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah terbatas terpicu pelemahan Rupiah. Namun diharapkan optimisme ekonomi Indonesia dapat menguatkan IHSG. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 5283-5252, dan jika naik akan menembus kisaran Resistance 5344-5374.

Doni/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here