Indeks Nikkei 9 September Dibuka Lemah Tertekan Penguatan Yen dan Kekuatiran Nuklir Korea Utara

381
indeks nikkei

Indeks Nikkei di Bursa Jepang pada awal perdagangan Jumat (09/09) dibuka negatif, saat ini terpantau turun -36,88 poin atau -0,22% persen di 16.921,89. Pelemahan indeks Nikkei tertekan penguatan Yen juga kekuatiran uji coba nuklir Korea Utara.

Lihat : Bursa Tokyo 8 September Ditutup Turun Tertekan Penguatan Yen dan Pelemahan Saham Keuangan

Terpantau pagi ini Yen menguat terhadap dollar AS. Pasangan kurs USDJPY melemah 0,35 persen pada 102.13.

Pada awal perdagangan saham eksportir mixed. Saham Canon melemah -0,23 persen, saham Mitsubishi naik 1,16 persen, saham Nissan naik -0,62 persen.

Pagi in terjadi gempa berkekuatan 5 yang telah terdeteksi di Korea Utara, meningkatkan kekhawatiran uji coba nuklir yang mungkin dilakukan oleh negara Korea Utara.

Eropa Mediterania Seismologi Centre (EMSC) mencatat gempa berkekuatan 5 skala richter di Korea Utara, pada kedalaman 10 kilometer, pada 09:00 waktu setempat. Gempa itu sekitar 349 kilometer tenggara dari Jilin di Cina, kata EMSC.

Survei Geologi AS juga mendeteksi apa yang disebut berkekuatan 5,3 “ledakan” yang dikatakan adalah 18 kilometer timur-timur laut dari Sungjibaegam di Korea Utara.

Lihat : Gempa di Korea Utara yang Dikuatirkan Uji Coba Nuklir, Menekan Bursa Asia

Sedangkan untuk indeks Nikkei berjangka terpantau turun -50,00 poin atau -0,30% pada 16,770, turun dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya pada 16,820.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks Nikkei berpotensi lemah tertekan penguatan Yen dan kekuatiran uji coba nuklir Korea Utara. Secara teknikal Indeks Nikkei akan bergerak dalam kisaran Support 16,333-15,834, dan kisaran Resistance 17,333-17,872.


Doni/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here