Sikap Bank Sentral Jepang Dan Eropa Goyang Pasar Saham Global

467

Saham Asia anjlok, terburuk dalam satu bulan dan demikian juga dengan obligasi dipicu aksi jual utang global setelah tanda-tanda bank sentral di Eropa dan Jepang mulai mempertanyakan manfaat dari pelonggaran moneter lebih lanjut. Bursa saham Korea Selatan meluncur bersamaan dengan won setelah uji coba senjata nuklir di Korea Utara.

Ayunan di pasar keuangan sebagian besar didikte oleh pandangan kebijakan moneter dalam perekonomian terbesar di dunia dan pasar saham global berada di jalur untuk kenaikan mingguan setelah prospek untuk kenaikan suku bunga AS untuk September turun.

Kepala ECB Mario Draghi mengecilkan prospek peningkatan pembelian aset pada hari Kamis, sehari setelah rekannya di Bank of England mengisyaratkan dia tidak terburu-buru untuk meningkatkan stimulus. Kepala Bank of Japan mengatakan kajian komprehensif dari kebijakan akan memperhitungkan biaya serta manfaat dari tindakannya.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,6 persen pada 07:09 waktu London, memangkas penguatan selama satu minggu ini menjadi 2,3 persen. Samsung Electronics Co dan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co adalah kontributor terbesar yang menjadi pemberat indeks ini.

Indeks Kospi turun 1,3 persen setelah Korea Utara melakukan uji coba senjata nuklir kelima. Presiden Korea Selatan, Park Geun Hye menyebut uji coba tersebut tindakan “kecerobohan gila” dan mengatakan tekanan akan meningkat pada Utara untuk menyerahkan senjata nuklirnya.

Indeks Hang Seng Hong Kong naik ke tertinggi satu tahun. Harga saham Hong Kong Exchanges & Clearing Ltd melonjak sebanyak 7,4 persen, kenaikan intraday terbesar tahun ini.

Bursa saham Shanghai sedikit berubah setelah data menunjukkan data indeks harga konsumen (CPI) Tiongkok naik sedikit setelah melemah hampir setahun.

Won jatuh 0,4 persen versus greenback, mengupas kenaikan dalam pekan ini menjadi menjadi 1,8 persen. Bank of Korea mempertahankan suku bunga acuan pada rekor rendah 1,25 persen pada Jumat ini dan mengatakan siap untuk campur tangan untuk mengekang volatilitas di pasar mata uang jika diperlukan.

Euro naik 0,2 persen, menuju kenaikan mingguan sebesar sekitar 1 persen. ECB menahan diri dari menambah stimulus sebagai hasil pembahasan kembali kebijakan ini pada hari Kamis kemarin dan Draghi mengatakan perpanjangan program pelonggaran kuantitatif bahkan tidak dibahas dalam pertemuan tersebut. Yuan turun 0,2 persen di Shanghai.

Minyak mentah turun 0,8 persen menjadi $ 47,25 per barel di New York, mengupas kenaikan dalam minggu ini menjadi 6,3 persen. Persediaan minyak mentah AS untuk pekan ini turun paling banyak sejak Januari 1999, data resmi menunjukkan. Harga naik sejak awal Agustus di tengah spekulasi bahwa Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan Rusia akan menyepakati langkah-langkah untuk menstabilkan pasar pada pembicaraan di Algiers bulan ini.

Selasti Panjaitan/ VMN/VBN/ Senior Analyst Stocks-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here