Bursa Seoul 12 September Ditutup Anjlok 2 Persen, Terendah 2,5 Bulan

467
indeks kospi

Pada penutupan perdagangan bursa saham Korea Selatan Senin (12/09), indeks Kospi berakhir anjlok –2,28 persen, atau -46,39 poin pada 1,991.48.  Pelemahan indeks Kospi terpicu berbagai sentimen negatif dari pelemahan bursa Wall Street, kekuatiran uji coba nuklir Korea Utara dan penurunan tajam saham Samsung.

Hasil buruk ini menandai penurunan terbesar sejak 24 Juni ketika indeks menumpahkan 3,09 persen, atau 61,47 poin, menyusul keputusan Brexit.

Bursa saham AS ditutup melemah tajam sekitar 2 persen lebih pada akhir perdagangan akhir pekan Sabtu dinihari karena kekhawatiran Federal Reserve akan menaikkan suku bunga bulan ini setelah komentar hawkish pejabat kunci Fed.

Presiden Fed Boston Eric Rosengren mengatakan bank sentral AS semakin menghadapi risiko jika menunggu lebih lama lagi untuk menaikkan suku bunga.

Menambah tekanan, Korea Utara menggenjot ketegangan regional pekan lalu dengan melakukan uji coba nuklir kelima menentang tekanan internasional untuk menghentikan program nuklirnya.

Sedangkan saham Samsung Electronics merosot 6,98 persen menjadi berakhir pada 1.465.000 won tertekan kekhawatiran bahwa recall global dari Galaxy Note 7 mungkin menekan tajam pendapatannya.

Sebelumnya, Samsung mengumumkan penarikan global belum pernah terjadi sebelumnya dari smartphone andalannya setelah beberapa phablets terbakar saat sedang diisi, menjanjikan untuk menawarkan pengganti untuk semua pembeli di dalam dan di luar negeri.\

Tapi badan keamanan produk AS mendesak para pengguna phablet untuk mematikannya karena risiko kebakaran, dan otoritas penerbangan di seluruh dunia dilarang menggunakan dalam penerbangan.

Saham Naver, operator portal Internet atas, beringsut turun 0,83 persen, saham SK hynix, pembuat chip utama, tenggelam 5,01 persen, saham pembuat kosmetik AmorePacific turun 1,67 persen, sedangkan saham pembuatan baja raksasa POSCO menumpahkan 3,02 persen.

Mata uang lokal ditutup pada 1,113.5 won terhadap greenback, turun 15,10 won dari penutupan hari sebelumnya.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya indeks Kospi akan melemah terbatas tertekan kekuatiran uji coba nuklir Korea Utara. Namun akan mencermati pergerakan bursa Wall Street serta harga minyak mentah, yang jika tetap negatif maka dapat menekan bursa.


Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center

Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here