Harga Kakao ICE Merosot Terganjal Kekuatan Dollar AS

483

Harga kakao berjangka ICE Futures pada akhir perdagangan Rabu dinihari (14/09) ditutup merosot. Pelemahan harga kakao terpicu penguatan dollar AS.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, terakhir naik 0,41 persen di 95,433. Dolar AS menguat terhadap yen dan mata uang beresiko komoditas seperti dolar Australia dan Selandia Baru pada hari Selasa setelah dampak dari pernyataan dovish dari pejabat Federal Reserve memudar dan anjloknya harga minyak mentah, meningkatkan sentimen terhadap greenback.

Menguatnya dolar AS membuat komoditas kakao yang berbasis dolar ini menjadi lebih mahal dalam mata uang lainnya, sehingga permintaan menurun.

Lihat : Harga Kakao Rebound 1 Persen Terpicu Pelemahan Dollar AS

Di akhir perdagangan dini hari tadi harga kakao berjangka kontrak Desember 2016 yang merupakan kontrak paling aktif terpantau ditutup turun. Harga komoditas tersebut ditutup turun sebesar -8 dollar atau -0,29 persen pada posisi 2.782 dollar per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga kakao berjangka untuk perdagangan selanjutnya akan bergerak dalam kecenderungan melemah terbatas dengan potensi penguatan dollar AS setelah pudarnya sinyal dovish suku bunga AS.

Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk menembus level Support pada posisi 2.730 dollar. Jika level Support tersebut berhasil ditembus level selanjutnya adalah 2.680 dollar. Sedangkan level Resistance yang akan ditembus jika terjadi penguatan ada pada 2.830 dollar dan 2.880 dollar.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here