Pudarnya Sinyal Dovish Suku Bunga Kuatkan Dollar AS

362

Bursa saham AS ditutup melemah tajam Selasa, tertekan anjloknya harga minyak mentah, sementara investor mencermati untuk pertemuan Federal Reserve minggu depan. Dow Jones turun 1,41% di 18,066.75 dengan penurunan tertinggi saham Chevron, SP500 turun 1,48% ke 2127,02 dengan sektor energi memimpin semua sektor yang lebih rendah serta Nasdaq turun 1,09% ke 5,155.25.

Perdagangan bursa saham Asia pagi ini dibuka turun pengaruh melemahnya bursa Wall Street akibat turunnya harga minyak mentah, Nikkei turun 0,51% ke 16644,11, ASX 200 turun 0,05% ke 5205,00. Sedangkan bursa Korea Selatan libur memperingati Harvest Moon Festival selama 3 hari.

Dari pasar komoditas, harga emas turun 0,67% menjadi USD 1,318.28 per troy ons pada akhir perdagangan Rabu dinihari tertekan penguatan dolar AS dan ketidakpastian tentang apakah bank sentral AS akan menaikkan suku bunga minggu depan. Harga minyak mentah anjlok sebanyak 3,00% di USD 44,90 per barel pada akhir perdagangan Rabu dinihari setelah laporan IEA yang memperkirakan penurunan tajam dalam pertumbuhan permintaan yang menyebabkan persediaan tidak terpakai dapat bertahan lebih lama.

Dari pasar valas, dollar menguat oleh pudarnya pengaruh pernyataan dovish gubernur Fed Brainard perdagangan sebelumnya. Pagi ini terpantau EURUSD turun 0,14% ke level 1.12189, GBPUSD turun 1,07% ke level 1.31924, USDJPY naik 0,70% ke level 102.552

Dari pasar modal Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan Selasa (13/9) berakhir turun 1,3% pada 5215.56, Pelemahan IHSG tertekan aksi profit taking terpicu anjloknya harga minyak mentah sesi Eropa setelah pernyataan IEA.  Hari ini, IHSG diperkirakan akan di kisaran support 5175-5196 dan kisaran resistance 5253-5289. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini : BBNI, ITMG, KLBF dan PTPP.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here