Kerjasama Ekonomi Indonesia-AS Melebihi US$ 90 Triliun per Tahun

544

Amerika Serikat akan terus menjadi salah satu mitra ekonomi yang penting bagi Indonesia, karenanya akan terus dijalankan kerjasama ekonomi bilateral yang baik. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam Kajian yang berjudul “Vital and Growing: Adding up the US-Indonesia Economic Relationship”, di Jakarta, Kamis (15/09).

Pentingnya kerjasama kedua negara terbukti dengan dicapainya nilai total kerja sama ekonomi bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) yang melampaui $90 triliun per tahun. Nilai tersebut diperoleh berdasarkan kajian yang dipublikasikan AmCham Indonesia dan US Chamber of Commerce, pada acara tersebut, seperti yang juga dilansir dalam situs Kementerian Perekonomian hari ini.

Sedangakan untuk proyeksi dalam best case scenario, maka di tahun 2019 angka tersebut dapat mencapai $131,7 triliun. Untuk mencapai skenartio terbaik itu maka prioritas utama yang dibutuhkan untuk melanjutkan dan mengembangkan reformasi ekonomi Indonesia adalah meliputi kepastian hukum, kolaborasi dan komunikasi, inovasi, serta birokrasi dan reformasi kebijakan.

Menteri Darmin dalam penerbitan kajian tersebut pada acara US-Indonesia Investment Initiative 2016 menyatakan yakin bisa bertukar ide untuk memperbaiki lingkungan ekonomi Indonesia dengan cara yang konstruktif dan saling menguntungkan.

Sementara itu, Executive Vice President and Head of International Affairs, U.S. Chamber of CommerceMyron Brilliant, menyatakan kajian ini menggambarkan pentingnya hubungan ekonomi di antara kedua negara, yang diyakini berpotensi untuk berkembang, bila lingkungan investasinya ramah.Kajian ini tidak hanya memuat Foreign Direct Investment dalam mengukur totalitas dari hubungan ekonomi antara kedua negara. Kajian ini juga memuat unsur perdagangan, penjualan domestik, pendapatan keuangan dan pendapatan pemerintah.

Menko Perekonomian lebih lanjut menyatakan pemerintah terus berupaya mereformasi ekonomi dan mencari solusi komprehensif, termasuk dengan meningkatkan kerja sama ekonomi bilateral dengan bersama-sama mencari kemungkinan investasi, tidak hanya di proyek infrastruktur, tetapi juga sektor lain seperti industri ekonomi kreatif dan lainnya.

Doni/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here