Berita Emiten : BJBR Akan Tunda MTN Bila Dana Masuk Dari Amnesti Pajak Mencukupi

459

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten berencana menerbitkan surat utang jangka menengah (Medium Term Note/MTN) dengan nilai lebih dari Rp 1 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk menjaga kecukupan likuiditas dan pembiayaan kembali sumber pendanaan yang telah diambil (refinancing).

Namun penerbitan MTN akan bergantung pada perolehan dana repatriasi dan tebusan amnesti pajak (tax amnesty) yang berhasil diterima BJB. Jika dana amnesti pajak memenuhi kebutuhan likuiditas BJB, maka tidak tertutup kemungkinan penerbitan MTN dapat ditunda. Namun penerbitan MTN tersebut sudah dicantumkan dalam rencana bisnis perseroan tahun 2016. Dana amnesti pajak yang sudah masuk ke BJB telah mencapai di atas Rp 100 miliar, baik dari dana repatriasi maupun tebusan.

Bank ini juga telah memasang bunga kredit mikro satu digit yakni 8,71% untuk kredit mikro utama (KMU). Kredit untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga disalurkan melalui Kredit Cinta Rakyat (KCR) dengan tingkat bunga sebesar 8,3%.

KCR merupakan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menyalurkan kredit dengan target bertambahnya 100 ribu wirausaha UMKM baru. Perseroan menargetkan pertumbuhan total kredit sektor UMKM dapat mencapai 10% pada akhir tahun 2016. Hingga Agustus 2016, jika digabungkan seluruh lini kredit UMK, pertumbuhan sektor tersebut mencapai 7,9%-8%. Total kredit UMKM yang sudah disalurkan per Agustus sebesar Rp 4,5 triliun. Porsi kredit UMKM juga menjadi andalan BJB untuk mencapai target pertumbuhan kredit sebesar 13%-14% YoY pada tahun 2016.

Untuk pergerakan harga saham bank ini di bursa saham Indonesia, dengan kode BJBR, terlihat turun sebesar 15 poin atau 0,92% saat berita ini naik, menjadi Rp.1620 per lembarnya.

Selasti Panjaitan/ VMN/VBN/ Senior Analyst Stocks-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here