Bursa Hong Kong Mingguan Anjlok 3,36 Persen, Pergerakan Wall Street dan Suku Bunga AS Difokuskan

515

Bursa Hong Kong hari Jumat ini libur, sama seperti bursa Tiongkok, ikut memperingati Mid Autumn Festival.

Selama pekan ini, bursa Shanghai mencatatkan hasil buruk, merosot -3,16 persen. Pelemahan tertinggi terjadi Senin lalu, dimana indeks Hang Seng anjlok -3,36 persen, tergerus pelemahan tajam bursa Wall Street dan kekuatiran kenaikan suku bunga AS.

Kekuatiran kenaikan suku bunga AS dipicu pernyataan Presiden Fed Boston Eric Rosengren yang mengatakan bank sentral AS semakin menghadapi risiko jika menunggu lebih lama lagi untuk menaikkan suku bunga.

Namun, setelah kekalahan beruntun tiga hari pekan ini, maka pada perdagangan Kamis kemarin sebelum libur, indeks Nikkei rebound.

Pada penutupan perdagangan Kamis (15/09), indeks Hang Seng di Bursa Hong Kong ditutup naik 144,95 poin, atau 0,63 persen pada 23335.59. Penguatan indeks Hang Seng terdorong aksi bargain hunting investor.

Aksi bargain hunting investor memanfaatkan pelemahan perdagangan saham selama tiga hari berturut-turut yang telah merosot sekitar -3,8 persen, karena kekhawatiran kenaikan suku bunga AS mengguncang pasar global.

Sementara itu pergerakan indeks berjangka Hang Seng naik 91,00 poin atau 0,39% pada  23,343.00, naik dari penutupan perdagangan sebelumnya pada 23,252.00.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa indeks Hang Seng akan akan mencermati perkembangan suku bunga AS, pergerakan bursa Wall Street dan harga minyak mentah. Indeks Hang Seng diperkirakan akan bergerak di kisaran Support 22.821-22.346 dan kisaran Resistance 23.822-24.349.


Doni/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center

Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here