Kenaikan Wall Street dan Minyak Mentah Menjadi Sentimen Positif Pasar Global

278

Bursa Saham AS ditutup naik tajam pada akhir perdagangan Jumat dinihari terbantu sentimen positif dari keuntungan saham Apple setelah penjualan iPhone 7 meningkat, dan kenaikan minyak mentah. Indeks Dow Jones naik 0,99 persen menjadi ditutup pada 18,212.48, dengan kenaikan tertinggi saham Apple. Indeks S & P 500 naik 1,01 persen, menjadi berakhir pada 2,147.26, dengan sektor teknologi informasi memimpin semua sektor yang lebih tinggi. Indeks Nasdaq menguat 1,47 persen, menjadi ditutup pada 5,249.69.

Bursa Asia pagi ini dibuka naik mengikuti penguatan bursa Wall Street. Terpantau Indeks Nikkei naik 0,33% pada 16.458,66. Indeks ASX 200 naik 0,79 % pada 5.281,30. Pasar Korea Selatan, Tiongkok, Hong Kong dan Malaysia hari ini tutup memperingati libur publik.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS pada akhir perdagangan dinihari tadi tadi naik 0,8 persen di 43,91 dollar per barel, terbantu lonjakan harga bensin berjangka dan kenaikan bursa Wall Street. Namun harga minyak mentah pada perdagangan selanjutnya berpotensi lemah dengan kekuatiran kekenyangan global.

Sedangkan harga emas spot pada perdagangan dinihari tadi berakhir merosot 0,61 persen pada 1,314.56 dollar per tory ons, dengan menurunnya permintaan logam mulia menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve AS pekan depan, dimana bursa Tiongkok libur sejak Kamis hingga Jumat ini. Selanjutnya harga emas berpotensi lemah dengan menguatnya bursa Wall Street dan melemahnya permintaan Tiongkok. Juga malam nanti akan tertekan jika dollar AS terealisir naik.

Dari pasar valas,  Dolar AS membalikkan keuntungan sebelumnya terhadap yen pada Kamis, karena pedagang meragukan bahwa Bank of Japan akan dapat melemahkan yen dengan pelonggaran kebijakan stimulus, sementara profit taking dan keuntungan dalam mata uang komoditas juga menekan dollar AS. EURUSD turun 0,05 persen pada 1.1244. GBPUSD naik 0.03 % pada 1.3237.  USDJPY turun 0,35 persen pada 102.06. Dollar AS berpotensi lemah dengan meredanya harapan kenaikan suku bunga AS bulan ini.

Dari pasar modal Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan Kamis sore (15/09) berakhir melonjak 2,33 persen pada 5265,82. Penguatan IHSG terdorong aksi bargan hunting investor asing terpicu penguatan Rupiah dan meningkatnya ekspor Indonesia. Penguatan bursa Wall Street dan meredanya harapan kenaikan suku bunga AS, dapat menjadi sentiment positif hari ini, namun tetap diwaspadai aksi profit taking. Secara teknikal  pergerakan   IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 5121-5193 dan resisten 5305-5343. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini: BBTN, TBIG, KAEF dan ICBP.

Data indikator ekonomi yang perlu dicermati hari ini adalah Neraca Perdagangan, Ekspor Singapura, Neraca Perdagangan Italia, Inflation Rate, Consumer Sentiment AS.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here