Anjloknya Dollar AS Sesi Asia 19 September Untungkan Rival Utamanya

560

Dollar AS di tengah perdagangan sesi Asia awal pekan (17/9) bergerak retreat oleh profit taking pasar yang kembali bersikap hati-hati jelang pengumuman Federal Rerserve AS untuk kebijakan moneternya yang diharapkan umumkan kebijakan yang mengangkat tinggi dollar AS.

Pekan lalu dollar berhasil cetak penguatan secara mingguan yang diakhiri dengan penguatan tinggi merespon data inflasi Amerika Serikat bulan Agustus yang meningkat dari periode sebelumnya bahkan dari ekspektasi. Kenaikan data ini memberikan kekuatan tambahan bagi harapan kenaikan fed rate dalam waktu dekat ini.

Hari ini pergerakan pasar forex minim penggerak fundamental yang kuat untuk semua mata uang utama global, data ekonomi yang dirilis pada sesi malam hanya data dari sektor properti yang diperkirakan menunjukkan data yang sama pada NAHB Housing MArket Index.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap enam mata uang utama perdagangan bergerak lemah  setelah awal perdagangan sesi Asia dibuka  lebih tinggi pada posisi 96.04  dan  kini bergerak  pada posisi  95.88. Perdagangan sebelumnya dollar AS ditutup menguat  0,8 persen. Dan untuk perdagangan selanjutnya diperkirakan akan kuat kembali setelah pasar Eropa dibuka.

Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here