Berita Emiten : Perbankan Dan Tax Amnesty

443

PT Bank Maybank Indonesia pada tahun 2016 akan fokus menyalurkan kredit ke sejumlah proyek infrastruktur BUMN untuk memenuhi target pertumbuhan kredit tahun 2016 sebesar 7% atau berada di bawah rata-rata industri pada kisaran 7%-9%.

Perseroan menargetkan pertumbuhan kredit tahun 2016 relatif sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia di kisaran 7%-9%. Guna mencapai sasaran kredit itu, Maybank Indonesia mendorong peningkatan penyaluran kredit tahun 2016 ke sejumlah perusahaan BUMN yang menggarap proyek infrastruktur pemerintah.

Perseroan berharap, perubahan ketentuan rasio loan to value (LTV) akan menopang target pertumbuhan kredit hingga akhir tahun 2016. Sepanjang tahun 2016 perseroan sudah menurunkan suku bunga deposito dan kredit hingga 100 basis poin. Saat ini bunga kredit perumahan, otomotif dan korporasi besar sudah single digit.

Pergerakan saham milik perusahaan (BNII) ini sampai siang ini berkisar diantara harga terendahnya di Rp.310 – Rp.330 dan untuksaat ini sudah naik 6 poin atau 1,90% ke harga Rp. 322.

PT Bank Mandiri) menyatakan bunga simpanan dapat turun dengan asumsi bunga acuan seperti LPS rate dan BI rate turun diiringi oleh ekses likuiditas. Rencana penurunan bunga simpanan tidak hanya untuk deposito tetapi juga tabungan dan giro. Namun penurunan bunga untuk dana murah tidak akan terlalu besar, karena pada dasarnya bunga dana murah sudah rendah. Sedangkan untuk rencana penurunan bunga kredit masih melihat kondisi penurunan bunga simpanan. Bank Mandiri telah menurunan bunga kredit hingga di bawah 10% secara rata-rata.

PT Bank Mandiri mencatat data amnesti pajak yang sudah masuk untuk uang tebusan yang telah dibukukan mencapai Rp 1,34 triliun dengan jumlah harta yang direpatriasi mencapai Rp 420 miliar per 9 September. Bank Mandiri memaksimalkan cabang-cabang di luar negeri guna mendorong peningkatan realisasi amnesti pajak, khususnya dana repatriasi.

Untuk pergerakan saham perseroan perbankan terbesar di Indonesia ini (BMRI) tercatat ada kenaikan sebesar 6 poin ke harga Rp.11.150 atau naik sebesar 0,68%.

Sementara PT Bank Rakyat Indonesia mencatat dana amnesti pajak yang masuk mencapai Rp 879 miliar hingga 9 September 2016 atau masih di bawah target dana amnesti pajak BRI sebesar Rp 50 triliun-Rp 100 triliun. Pada 9 September 2016 dana repatriasi yang masuk mencapai Rp 713 miliar, sedangkan untuk dana tebusan mencapai Rp 166 milliar. Total yang melakukan tebusan dan repatriasi mencapai 4.693 orang.

Untuk menunjang program amnesti pajak, BRI akan mengerahkan sebanyak 120 sentra layanan prioritas, 467 kantor cabang, 603 kantor cabang pembantu, serta 4 kantor BRI cabang luar negeri yang tersebar di Singapura, Hong Kong, Cayman Island, dan New York.

Perseroan juga menyiagakan help desk melalui call center selama 24 jam yang akan melayani sejumlah pertanyaan dari calon peserta program pengampunan pajak. Dana repatriasi bisa menjadi sumber likuiditas perbankan yang berimbas pada pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). Dengan adanya peningkatan likuiditas perbankan, maka suku bunga bisa turun.

Tahun 2016 hingga 2017, bank BRI akan menerbitkan obligasi senilai Rp 20 trilliun dan MTN Rp 5 trilliun sebagai salah satu upaya mengantisipasi permintaan dari peserta amnesti pajak yang berinvestasi pada instrumen keuangan berpendapatan tetap.

Sampai berita ini diturunkan tercatat kenaikan harga saham bank ini (BBRI) sebesar 50 poin atau 0,42% ke harga Rp.11.975.

Selasti Panjaitan/ VMN/VBN/ Senior Analyst Stocks-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here