Market Outlook 19-23 September 2016

569

Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia terpantau mengalami pelemahan dalam pasar yang fluktuatif memanfaatkan taking profit dan lalu mengambil posisi bargain di akhir minggunya, sehingga secara mingguan bursa ditutup melemah tipis ke level 5,267.77, setelah sebelumnya sempat merosot sampai 5128.

Untuk minggu berikutnya (19-23 September), IHSG kemungkinan masih dalam konsolidasi sementara pasar menantikan pengumuman keputusan dari the Fed dan BI minggu ini. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 5395 dan 5476, sedangkan support di level 5128 dan kemudian 5080.

Mata uang rupiah seminggu lalu terlihat dalam posisi konsolidasi sementara mata uang dollar cenderung menguat di pasar global, di mana secara mingguan rupiah stabil seputar level 13,155. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 13,290 dan 13,335, sementara support di level 13,010 dan 12,990.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting, termasuk pengumuman dari the Fed. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini,adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Building Permits pada Selasa malam; dilanjutkan dengan rilis Crude Oil Inventories pada Rabu malam; diikuti dengan pengumuman Federal Funds Rate pada Kamis dini hari yang diperkirakan masih bertahan di level 0.50%; disambung dengan data tenaga kerja Unemployment Claims pada Kamis malam; diakhiri dengan rilis Flash Manufacturing PMI pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data ECB President Draghi Speaks pada Kamis sore; diteruskan dengan rilis German Flash Manufacturing PMI pada Jumat sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Monetary Policy Statement dari Bank of Japan (BOJ) pada Rabu pagi; berikutnya rilis Official Cash Rate dari RBNZ (Selandia Baru) pada Kamis dini hari yang diperkirakan bertahan di level 2%; kemudian pengumuman hasil RDG BI (Bank Indonesia) pada Kamis siang.

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar terlihat menguat dengan lebih tingginya tingkat inflasi dari perkiraan semula yang memicu perkiraan kenaikan bunga the Fed akan segera dilakukan dalam tahun ini, di mana secara mingguan index dollar AS terpantau naik ke level 96.020.

EURUSD, pekan lalu euro dollar terpantau turun ke level 1.1115. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.1045 dan 1.0950 sementara resistance pada 1.1365 dan kemudian 1.1615.

GBPUSD,  minggu lalu terlihat turun ke level 1.3019 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level support pada 1.3060 dan kemudian 1.2794, sedangkan resistance pada 1.3535 dan 1.4010.

USDJPY,  minggu lalu berakhir menguat ke level 102.20. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 105.70 dan 107.55, serta support pada 99.55 serta level 96.57.

AUDUSD, aussie dollar terpantau melemah tipis ke level 0.7506. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.7405 dan 0.7285, sementara resistance level di 0.7765 dan 0.7850.

Pasar Saham
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum mixed oleh belum adanya data signifikan ekonomi. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau mengalami pelemahan ke level 16405. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 17620 dan 18565, sementara support pada level 16315 dan lalu 15905. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat terbatas ke level 23335. Minggu ini akan berada antara level resistance di 24365 dan 25660, sementara support di 22695 dan 21715.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau berakhir dengan menguat oleh data inflasi yang lebih tinggi yang menunjukkan adanya pergerakan pertumbuhan ekonomi. Dow Jones Industrial secara mingguan menguat ke level 18,122.63, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 18667 dan 19050, sementara support di level 17985 dan 17710. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 2,135.81 dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2194 dan 2220, sementara support pada level 2117 dan 2073.

Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau melemah oleh menguatnya perkiraan the Fed akan segera menaikkan suku bunganya untuk meredam ancaman inflasi, sehingga berakhir dalam harga emas dunia yang melemah ke level $1311.00 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1376 dan berikut $1390, serta support pada $1302 dan $1200. Di Indonesia, harga emas terpantau melemah ke level Rp553,923.

Seorang investor ketika memilih instrumen investasinya dan kemudian masuk ke pasar tentunya berharap akan memperoleh profit dari keputusan investasinya tersebut. Harapan. Itu sesuatu yang begitu memengaruhi pandangan investor. Harapan yang diwarnai oleh ekspektasi dan tidak jarang disertai analisis yang bias. Kalau Anda ingin kenal pasar –memang sangat sulit untuk mengenalnya—harus tahu seperti apa ekspektasi pasar hari-hari ini. Vibiznews.com telah siap sejak lama ingin memperkenalkan Anda kepada pasar secara lebih dalam, karena kami ada sebagai partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

alfredBy Alfred Pakasi ,

CEO Vibiz Consulting
Vibiz Consulting Group

Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here