Poundsterling Sesi Eropa 20 Sept Terancam Masuk Jurang Dalam

515

Usaha dollar AS untuk rebound dari pemangkasan posisi terkuat 12 hari pekan lalu pada awal pekan mulai terlihat jalani perdagangan sesi Eropa dan poundsterling paling cepat merespon tekanan tersebut. Sehingga pound yang sejak sesi Asia bergerak positif retreat kembali menuju kisaran support kuatnya.

Para pelaku pasar mempertimbangkan kembali data dari sektor properti AS malam nanti yang dapat memberikan tenaga bagi fundamental dollar akan keputusan yang hawkish dari Federal Reserve esok hari dalam pertemuan rutin mereka yang dimulai malam ini.

Perdagangan sebelumnya poundsterling berhasil rebound dari posisi anjlok cukup parah akhir pekan lalu hingga terjun ke posisi terendah dalam 25 hari perdagangan. Dimana penguatan didapat dari moemtum pelemahan dollar AS yang dimanfaatkan banyak untuk rebound setelah data inflasi AS.

Pergerakan kurs pound di sesi Eropa (08:40:35 GMT) melemah terhadap dollar AS,  setelah  dibuka lebih tinggi  dari perdagangan sebelumnya pada   1.3031  di   awal   perdagangan sesi Asia  (00.00 GMT),  kurs  pound  turun 18  pips  dan pair bergulir  berada pada posisi 1.3013.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga penutupan perdagangan sesi Amerika yang berakhir besok pagi, analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair GBPUSD lanjut  turun  ke kisaran   1.2991 – 1.2970. Namun jika tidak mencapai kisaran tersebut dan terjadi koreksi akan naik kembali menuju  kisaran   1.3072-1.3117.

Joel/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here