Akhirnya IHSG Ditutup Naik 40 Poin Akhir Pekan Ini, ASII Bagi Deviden, BRNA PUT II

506

Hari ini IHSG menjalani pergerakan harga yang cukup volatile, dibuka turun 6 poin lalu lalu di pembukaan sesi II mulai menguat, capai level tertingginya di 5348 dan kemudian akhirnya ditutup di level 5342,59, naik 40 poin atau 0,76% dari penutupan kemarin. Demikian juga dengan indeks saham-saham unggulan LQ45, ditutup naik 6 poin ke level 921,34 setelah sempat di sesi II turun ke level terendahnya di 908,48.

Nilai total transaksi akhir pekan ini adalah Rp. 8,748 triliun dengan 8,388 miliar saham dipindahtangankan.

Saham PT Waskita Beton Precast Tbk yang kemarin melaksanakan IPO, ditutup sama dengan harga penutupan kemarin yaitu Rp. 540 setelah terlebih dahulu naik ke Rp.545 dan turun ke Rp.525 per lembarnya.

Hari ini PT Astra International Tbk mengumumkan jadwal pembagian dividen interim tahun buku yang berakhir 31 Desember 2016 sebesar Rp.55 per lembar saham. Pembagian dividen ini telah diputuskan dalam rapat direksi persereon.

Adapun cum dan ex dividen interim di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada tanggal 26 September dan 27 September 2016. Sementara untuk pasar tunai jatuh pada 29 September dan 30 September 2016.

ASII melaporkan penurunan laba bersih pada semester I 2016 sebesar 11,55% year on year (yoy) menjadi Rp 7,12 triliun atau setara Rp 176 per saham. Periode yang sama tahun lalu, laba perseroan mencapai Rp 8,05 triliun atau Rp199 per saham.

Penurunan kinerja pada semester pertama 2016 disebabkan tergerusnya pendapatan sebesar 4,65% yoy menjadi Rp 88,21 triliun dari sebelumnya Rp 92,51 triliun.

PT Berlina Tbk (BRNA) menawarkan saham biasa sebanyak 220,11 juta lembar dalam Penawaran Umum Terbatas (PUT) II.

Jumlah tersebut setara dengan 22,4% dari modal perseroan yang ditempatkan dan disetor. Untuk nilai nominal, perseroan menetapkan Rp50 per lembar saham. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Jumat (16/9/2016).

Dalam program PUT II ini, setiap pemegang 100 saham lama per 26 September 2016 berhak atas 29 HMETD. Sebab setiap 1 HMETF memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru dengan harga pelaksanaan sebesar Rp1.000 per saham. Ini harus dibayar penuh saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD tersebut.

Jumlah dana yang akan diterima perseroan dalam PUT II ini sebesar Rp220,11 miliar. PT Dwi Satya Utama selaku pemegang saham sebesar 53,02 persen akan mempertahankan kepemilikannya di dalam perseroan. Pemegang saham yang telah menyatakan kesanggupannya untuk melaksanakan HMETD mencapai 116.705.793 saham.

PT Dwi Satya Utama selaku pembeli siaga akan membeli sisa saham baru yang belum dilaksanakan dengan harga pembelian yang saham yaitu Rp1.000 per saham. Perseroan akan melaksakan pencatatan efek di BEI pada 28 September 2016. Untuk pelaksanaan HMETD pada 28 September hingga 4 Oktober 2016.

Selasti Panjaitan/ VMN/VBN/ Senior Analyst Stocks-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here