Harga CPO 21 September Naik Terdorong Pelemahan Ringgit dan Kenaikan Minyak

502

Harga CPO di bursa komoditas Malaysia terpantau naik pada perdagangan Rabu siang (21/09). Kenaikan harga CPO siang ini terdukung pelemahan Ringgit dan kenaikan harga minyak mentah sesi Asia.

Terpantau mata uang Ringgit melemah terhadap dollar AS. Pasangan kurs USDMYR menguat 0,50 persen pada 4.1578.

Pelemahan ringgit menjadikan harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih murah bagi pembeli luar negeri sehingga permintaannya meningkat.

Kenaikan harga CPO juga didukung kenaikan minyak mentah pada sesi perdagangan Asia.  

Harga minyak mentah naik pada perdagangan Rabu (21/09) di sesi Asia, terpicu penurunan persediaan minyak mentah AS dan peningkatan impor Jepang.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) naik 1,8 persen, atau 81 sen, di $ 44,86 per barel pada 0403 GMT. Kontrak Oktober berakhir kemarin di $ 43,44 per barel dan bulan depan kini telah diperpanjang untuk pengiriman November.

Sementara itu, harga minyak mentah berjangka internasional Brent berada di $ 46,47 per barel, naik 59 sen, atau 1,3 persen, dari penutupan terakhir mereka.

Lihat : Harga Minyak Mentah Naik Terdukung Penurunan Persediaan AS dan Peningkatan Impor Jepang

Harga CPO kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia hari ini tampak mengalami kenaikan. Harga kontrak Desember 2016 yang merupakan kontrak paling aktif menguat sebesar 15 ringgit atau 0,6 persen dan diperdagangkan pada posisi 2.708 ringgit per ton.

Lihat : Harga CPO 20 September Bergerak Melonjak 3 Persen

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya berpotensi menguat dengan potensi pelemahan Ringgit dan kenaikan minyak mentah.

Harga CPO berjangka kontrak Desember 2016 di bursa komoditas Malaysia berpotensi mengetes level Resistance pada posisi 2.750 ringgit dan 2.800 ringgit. Sedangkan level Support yang akan diuji jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 2.700 ringgit dan 2.650 ringgit.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here