Preview: Keputusan tingkat bunga the Fed AS

621

Pernyataan dan proyeksi dari Yellen yang akan disampaikan pada pukul 01:00 dan konferensi pers pada 01:30 adalah event yang paling di nantikan dalam bulan-bulan belakangan ini. Tetapi proyeksi makro dari bank sentral bisa berbicara lebih keras dalam pengertian apa yang para pembuat kebijakan sedang harapkan.

Pertanyaan utama adalah apakah the Fed akan melanjutkan menurunkan perkiraan mengenai pertumbuhan ekonomi AS? Di dalam satu paket angka-angka kuartalan yang dirilis di bulan Juni, outlook dari pertumbuhan GDP AS di tahun 2016 dan tahun depannya dipotong menjadi 2% dari sebelumnya 2.2% dan 2.1% masing-masing. Ini adalah penurunan yang jauh dari kenaikan output di tahun 2015 sebesar 3.7%.

Pesannya, tentunya, adalah bahwa para ahli moneter sedang mengantisipasikan bahwa ekonomi AS akan terus mengalami penurunan ke kecepatan pertumbuhan yang paling lambat untuk setahun kalender sejak tahun 2013.

Namun, potensi untuk terjadinya sesuatu yang lebih baik belumlah mati. Fed Atlanta GDPNow Model saat ini sedang memperkirakan pertumbuhan GDP di kuartal ketiga sebesar 2.9%, yang merepresentasikan perbaikan yang cukup besar atas kenaikan kasar sekitar 1% di masing-masing dari tiga kuartal sebelumnya.

Tetapi sementara perkiraan kedepan atas ekonomi AS di kuartal ketiga kelihatan memberikan semangat, angka-angka ekonomi di bulan Agustus lemah.

Produksi industri dan penjualan eceran bulan lalu jatuh. Sementara, data survei ISM untuk sektor manufaktur menyelam ke teritori kontraksi untuk pertamakalinya dalam enam bulan dan indeks sentimen non-manufaktur di bulan Agustus terjungkal ke angka yang terendah dalam enam bulan.

Payrolls pada bulan lalu memang terus berkembang, tetapi kenaikannya jauh dibawah kecepatan dari dua bulan sebelumnya.

Pertanyaannya adalah apakah Yellen dan teman-temannya sedang meletakkan dasar untuk kebijakan yang lebih ketat di bulan Desember yang oleh kebanyakan analis dikatakan sebagai tanggal untuk kenaikan tingkat bunga yang paling mungkin terjadi. Tetapi memperkirakan kebijakan pengetatan di ronde akhir tahun akan tidak sesuai apabila perkiraan GDP pada update data malam hari ini turun.

Meskipun pada bulan Juni Yellen mengatakan bahwa isu kenaikan tingkat bunga menguat, anggota Fed yang lain cenderung lebih “dovish” dan disamping itu data saat ini tidak mendukung. Pertumbuhan ekonomi buruk di kuartal kedua dan inflasi tidak meningkat dengan cepat serta employment tidak cukup kuat. Sementara data pekerjaan naik dengan stabil, upah naik turun. Meskipun demikian nada yang “hawkish” atau paling tidak yang membuka pintu untuk kenaikan di bulan Desember, setelah pemilihan presiden, akan membuat dolar AS naik dalam tren.

Ferli/VMN/VBN /Senior Analyst Vibiz Research  Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here