Gara-gara Fed, Dollar AS 22 September Jadi Kurang Diminati

493

Masuki perdagangan forex sesi Eropa kondisi dollar AS yang berusaha rebound sejak sesi Asia gagal dan terpantau semakin terpukul oleh beberapa rival utamanya kecuali dengan safe haven. Semakin terpangkasnya kekuatan dollar sore ini terjadi karena ulah bank sentral Amerika Serikat semalam.

Bank sentral Amerika atau biasa disebut Fed mengumumkan kebijakan moneternya yang terbaru dan mengecewakan, dengan tidak mengubah suku bunga acuannya dan pangkas proyeksi kenaikan suku bunga berikutnya.

Terhadap aset safe haven menguat dikarenakan pasar tarik kembali modalnya yang diamankan saat menunggu hasil keputusan Fed dan dijalankan pada perdagangan bursa saham, karenanya indeks bursa saham Asia dan Eropa menguat. Usainya perdagangan safe haven membuat yen Jepang dan harga emas terpangkas kembali.

Perdagangan hari ini dollar AS masih dibayangi dengan pengumuman kebijakan moneter Fed semalam, dan masih akan terpukul jika data klaim pengangguran yang akan dilaporkan malam nanti menurun.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap enam mata uang utama perdagangan bergerak masih bergerak lemah  setelah awal perdagangan sesi Asia dibuka  lebih rendah pada posisi 95.51  dan  kini bergerak  pada posisi  95.26. Di sesi Asia dollar sempat menyentuh ke posisi 95.63 yang merupakan level tertinggi sejak tanggal 9 Agustus.

Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here