Harga Kakao ICE Naik Terpicu Keputusan Fed AS dan Kekuatiran Produksi Ghana

431

Harga kakao berjangka ICE Futures pada akhir perdagangan Kamis dinihari (22/09) ditutup naik. Penguatan harga kakao terpicu pelemahan dollar AS setelah keputusan The Fed mempertahankan suku bunga AS dan kekuatiran produksi Ghana.

Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan Kamis dinihari tadi (22/09) tetapi memberikan sinyal kuat untuk pengetatan kebijakan moneter pada akhir tahun ini karena pasar tenaga kerja membaik lebih lanjut.

Ketua Fed Janet Yellen, berbicara setelah pernyataan kebijakan terbaru bank sentral, mengatakan pertumbuhan AS sedang terlihat kuat dan tingkat kenaikan akan diperlukan untuk menjaga perekonomian kuat dan memicu inflasi tinggi.

Yellen mengatakan ia berharap satu tingkat meningkat tahun ini jika pasar kerja terus meningkat dan risiko baru yang besar tidak timbul.

Lihat : The Fed Sinyalkan Kenaikan Suku Bunga AS di Desember

Indeks dolar, yang mengukur mata uang terhadap enam mata uang utama, jatuh 0,47 persen setelah keputusan tersebut.

Kenaikan harga kakao juga dipicu kekuatiran penurunan produksi tanaman di Ghana.

Curah hujan tidak merata di Afrika Barat mengancam produksi kakao di Ghana karena kondisi tetap terlalu kering di produsen terbesar kedua di dunia tersebut, demikian menurut perusahaan hedge fund Armajaro Asset Management LLP.

Wilayah barat dan barat laut Pantai Gading mendapat curah hujan yang baik sementara bagian timur dan barat dari Ghana memiliki hujan sangat miskin. Angin Harmattan terburuk dalam tiga dekade memangkas produksinya di Afrika Barat di musim yang berakhir 30 September sebagai angin gurun Sahara mengeringkan tanaman kakao. Ghana akan kehilangan target produksi kakao untuk tahun ketiga di 2015-16 sebagai kurangnya curah hujan berarti petani akan panen 790.000 metrik ton, 7,1 persen lebih sedikit dari perkiraan pemerintah.

Di akhir perdagangan dini hari tadi harga kakao berjangka kontrak Desember 2016 yang merupakan kontrak paling aktif terpantau ditutup dengan membukukan peningkatan. Harga komoditas tersebut ditutup naik sebesar 11 dollar atau 0,38 persen pada posisi 2.877 dollar per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga kakao berjangka untuk perdagangan selanjutnya berpotensi menguat dengan pelemahan dollar AS. Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk menembus level Resistance pada posisi 2.930 dollar. Jika level Resistance tersebut berhasil ditembus level selanjutnya adalah 2.980 dollar. Sedangkan level Support yang akan ditembus jika terjadi penurunan ada pada 2.830 dollar dan 2.780 dollar.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here