IHSG 22 September Berakhir Naik Terdorong Penguatan Rupiah

421

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan Kamis sore (22/09) berakhir naik 0,71 persen pada 5380,26. Indeks LQ45 juga berakhir naik 1,00 persen pada 930,58. Penguatan IHSG terdorong penguatan Rupiah setelah keputusan The Fed AS mempertahankan suku bunga tetap.

Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan Kamis dinihari tadi (22/09) tetapi memberikan sinyal kuat untuk pengetatan kebijakan moneter pada akhir tahun ini karena pasar tenaga kerja membaik lebih lanjut.

Ketua Fed Janet Yellen, berbicara setelah pernyataan kebijakan terbaru bank sentral, mengatakan pertumbuhan AS sedang terlihat kuat dan tingkat kenaikan akan diperlukan untuk menjaga perekonomian kuat dan memicu inflasi tinggi.

Yellen mengatakan ia berharap satu tingkat meningkat tahun ini jika pasar kerja terus meningkat dan risiko baru yang besar tidak timbul.

Lihat : The Fed Sinyalkan Kenaikan Suku Bunga AS di Desember

Keputusan The Fed tersebut mengangkat Rupiah siang ini. Terpantau pasangan kurs USDIDR melemah -0,48 persen pada 13,074.

Pada akhir perdagangan IHSG sore ini, 158 saham menguat, 152 saham melemah. Tercatat transaksi sebesar Rp15,09 triliun dari 15,84 miliar lembar saham diperdagangkan dengan transaksi sebanyak lebih 614.179 kali.

Penguatan IHSG terdukung oleh 8 sektor yang positif, dengan penguatan tertinggi sektor Aneka Industri yang naik 2,32 persen.

Sore ini terjadi aksi profit taking investor asing, dimana dana asing yang keluar pasar modal mencapai Rp 676,26 miliar.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan selanjutnya berpotensi naik dengan The Fed AS mempertahankan suku bunga tetap. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 5350-5319, dan jika naik akan menembus kisaran Resistance 5411-5441.

Doni/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here