Bursa Shanghai 26 September Berakhir Merosot 1,8 Persen, Terendah 7 Minggu

388

Pada penutupan perdagangan bursa saham Tiongkok Senin (26/09), indeks Shanghai berakhir merosot tajam -52,65 poin, atau -1,74 persen, ke 2981.25. Pelemahan indeks Shanghai tertekan pelemahan saham properti serta merosotnya bursa Wall Street dan bursa Asia. Penurunan ini merupakan terlemah dalam 7 minggu.

Lihat : Indeks Shanghai 26 September Bergerak Negatif Tertekan Aturan Baru Perusahan Berutang

Omset perdagangan tetap tipis, menunjukkan banyak investor berhati-hati menjelang libur panjang Hari Nasional pada 1 Oktober, ketika pasar Tiongkok akan ditutup selama seminggu.

Semua sektor utama jatuh, dengan saham real estate dan saham bahan baku memimpin penurunan.

Kota di China timur Nanjing mengatakan pada hari Minggu akan membatasi pembelian rumah, menjadi target terbaru dari tindakan keras pemerintah pada demam investasi yang mendorong harga rumah di kota-kota lapis kedua dan ketiga.

Pada awal perdagangan pagi tadi, indeks Shanghai melemah tertekan dikeluarkannya peraturan baru yang keras oleh Pemerintah Tiongkok terkait perusahaan yang memiliki utang.

Sebuah dokumen baru yang diterbitkan oleh pihak berwenang Tiongkok akan lebih mengikat ke orang-orang yang gagal memenuhi perintah pengadilan, dengan langkah-langkah termasuk “membatasi mereka yang mangkir untuk pergi ke luar negeri,” untuk memfasilitasi penegakan hukum.

Pembatasan ini juga termasuk dalam aturan baru, yang berjanji “membatasi” pada perusahaan entitas yang berutang untuk mengeluarkan saham dan terdaftar di bursa saham, dan membantu untuk pengadilan untuk menemukan dan mengawasi mereka yang mangkir dan telah kehilangan kontak dengan mereka, dan “membatasi mangkir dari pergi ke luar negeri.”

Dokumen itu menyebutkan daftar penunggak akan diumumkan dan diperbarui secara tepat waktu dan akurat. Otoritas terkait akan menghubungkan diri dengan informasi yang mangkir ‘platform berbagi pada akhir tahun ini.

Lihat : Pemerintah Tiongkok Keluarkan Aturan Keras Bagi Perusahaan Berutang Yang Mangkir

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pada perdagangan selanjutnya indeks Shanghai akan bergerak lemah mencermati perkembangan ekonomi dalam negeri. Demikian juga jika bursa Wall Street bergerak lemah akan semakin menekan bursa. Indeks akan bergerak pada kisaran Support menembus level 2883-2787 dan jika harga menguat akan mencoba menembus level Resistance pada 3092-3192.


Doni/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here