Bursa Tokyo 26 September Berakhir Merosot 1 Persen Setelah Pidato Kuroda

398
indeks nikkei

Di akhir perdagangan bursa saham Jepang Senin (26/09), indeks Nikkei ditutup turun 209,46 poin, atau 1,25 persen, ke 16,544.56. Pelemahan indeks Nikkei tertekan penguatan Yen setelah pidato Gubernur BOJ.

Lihat : Indeks Nikkei 26 September Dibuka Lemah Tertekan Penguatan Yen

Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda, dalam pidato pertamanya sejak keputusan BOJ pekan lalu untuk merombak program stimulus secara radikal, mengatakan bank sentral siap untuk menggunakan setiap alat yang tersedia untuk mencapai target inflasi 2 persen.

Sementara BOJ akan memperhatikan dampak kebijakan lebih longgar yang memberikan keuntungan pada bank, tidak akan mencegah perluasan stimulus lebih lanjut jika diperlukan untuk menghidupkan kembali perekonomian Jepang.

“Tidak ada kesempatan yang lebih baik dari sekarang untuk benar-benar keluar dari deflasi. Berbicara tentang batas-batas kebijakan moneter tidak membantu sama sekali,” kata Kuroda dalam pidato pada hari Senin (26/09) kepada pemimpin bisnis di Osaka, Jepang barat.

“Tidak ada batasan untuk kebijakan moneter,” katanya. “Dalam merancang kebijakan moneter, BOJ tanpa henti akan mengejar inovasi dan tidak pernah ragu untuk menghadapi tantangan.”

Lihat : Gubernur Kuroda : BOJ Siap Menggunakan Semua Cara Untuk Mencapai Target Inflasi

Komentar dari Kuroda mengirim yen Jepang sedikit lebih tinggi terhadap dolar AS, diperdagangkan pada 100,85 per 02:15 HK / SIN, dibandingkan dengan tingkat setinggi 101,10 di awal sesi.

Pekan lalu, yen jatuh di luar 102,40 pegangan, setelah BOJ merombak kebijakan moneter, tapi berhenti memotong suku bunga jangka pendek yang lebih dalam ke wilayah negatif.

Eksportir utama Jepang berakhir sebagian besar lebih rendah, dengan saham Toyota turun 0,55 persen, saham Nissan merosot 1,26 persen dan saham Honda jatuh 2,14 persen.

Penguatan yen biasanya negatif bagi eksportir karena mengurangi keuntungan mereka di luar negeri bila dikonversi ke dalam mata uang lokal.

Saham perbankan Jepang juga merosot, kemungkinan di belakang konfirmasi Kuroda yang pemotongan suku bunga lebih lanjut masih di atas meja; suku bunga negatif bisa melukai margin keuntungan bank.

Saham Mitsubishi UFJ turun 2,06 persen, saham SMFG turun 1,41 persen dan saham Mizuho Financial turun 1,26 persen.

Sedangkan untuk indeks Nikkei berjangka terpantau turun -170,00 poin atau -1,03% pada 16,400, turun dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya pada 16,570.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks Nikkei berpotensi lemah jika penguatan Yen terus berlanjut. Secara teknikal Indeks Nikkei akan bergerak dalam kisaran Support 15,909-15,413, dan kisaran Resistance 16,900-17,425.


Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center

Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here