Harga Minyak Mentah Sesi Asia Rebound Setelah Optimisme Menteri Energi Aljazair

561

Harga minyak mentah rebound pada perdagangan hari Senin di sesi Asia, setelah Menteri Energi Aljazair mengatakan bahwa dimungkinkan untuk pemotongan atau pembekuan minyak mentah di pertemuan informal minggu ini dari produsen OPEC.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) naik 38 sen atau 0,85 persen, menjadi $ 44,80 per barel setelah jatuh $ 1,84, atau 4 persen, pada sesi sebelumnya.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 45 sen atau 0,98 persen, menjadi $ 46,34 per barel, setelah menetap $ 1,76, atau 3,7 persen, pada penutupan sebelumnya.

Hasil ini terjadi setelah harga anjlok 4 persen pada Jumat di tengah tanda-tanda Arab Saudi dan Iran sedang membuat sedikit kemajuan dalam mencapai kesepakatan awal untuk membekukan produksi.

Anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan bertemu di sela-sela Forum Energi Internasional di Aljazair dari 26-28 September, di mana mereka akan mendiskusikan kemungkinan kesepakatan pembatasan produksi.

“Kami tidak akan keluar dari pertemuan dengan tangan kosong,” kata Menteri Energi Aljazair Noureddine Bouterfa di Algiers, Minggu.

Pelemahan dolar AS juga mendukung harga minyak.

Sinyal telah dicampur sejauh apakah kesepakatan pada pemotongan atau pembekuan produksi adalah mungkin.

Sumber mengatakan kepada Reuters pada hari Jumat bahwa Arab Saudi tidak mengharapkan keputusan yang akan dibuat di Aljazair, sementara Arab Saudi juga telah menawarkan untuk mengurangi produksi jika Iran membatasi produksi sendiri tahun ini, tawaran yang Teheran belum respon.

“Kasus dasar adalah bahwa OPEC akan bertemu pada 28 September tanpa pernyataan resmi. Komitmen mengikat untuk menstabilkan pasar minyak adalah mungkin, tapi kemungkinan akan kekurangan tenaga,” kata Morgan Stanley dalam sebuah catatan pada hari Senin.

“Sebaliknya, kami perkirakan OPEC untuk mencatat bagaimana pertemuan ini menghasilkan diskusi yang lebih konstruktif dan formal pada pertemuan resmi November OPEC,” tambah Morgan Stanley.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah pada perdagangan selanjutnya berpotensi naik jika optimisme pembekuan produksi terus kuat dan dollar AS lanjutkan pelemahan. Harga diperkirakan akan menembus kisaran Resistance $ 45,30 – $ 45,80, dan jika harga turun akan menembus kisaran Support $ 44,30 – $ 43,80.

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here