Market Outlook 26-30 September 2016

472

Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia terpantau mengalami penguatan sejalan dengan dengan naiknya bursa kawasan dan global serta meningkatnya dana masuk oleh program Tax Amnesty, sehingga secara mingguan bursa ditutup menguat ke level 5,388.91.

Untuk minggu berikutnya (26-30 September), IHSG kemungkinan akan terhadang profit taking namun tetap berpotensi menguat menyusul akan keputusan BI menurunkan BI 7 Day RR ke level 5% minggu lalu. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 5476 dan 5526, sedangkan support di level  5128 dan kemudian 5080.

Mata uang rupiah seminggu lalu terlihat menguat dengan mengalirnya dana masuk ke pasar uang dan dollar yang terkoreksi di pasar global, di mana secara mingguan rupiah menguat ke level 13,074. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 13,290 dan 13,335, sementara support di level 13,010 dan 12,990.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data CB Consumer Confidence pada Selasa malam; dilanjutkan dengan rilis Core Durable Goods Orders m/m pada Rabu malam; diikuti dengan data Final GDP q/q dan data tenaga kerja Unemployment Claims pada Kamis malam; diakhiri dengan rilis pidato Fed Chair Yellen pada Jumat dini hari.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data pidato ECB President Draghi Speaks pada Rabu sore; diteruskan dengan rilis Current Account Inggris pada Jumat sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Caixin Manufacturing PMI China pada Jumat pagi.

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar terlihat  melemah dengan keputusan the Fed yang masih belum menaikkan suku bunganya, di mana secara mingguan index dollar AS terpantau turun ke level 95.380.

EURUSD, pekan lalu euro dollar terpantau naik ke level 1.1236. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.1045dan 1.0950 sementara resistance pada 1.1365 dan kemudian 1.1615.

GBPUSD,  minggu lalu terlihat turun ke level 1.2964 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level support pada 1.3060 dan kemudian 1.2794, sedangkan resistance pada 1.3535 dan 1.4010.

USDJPY,  minggu lalu berakhir melemah ke level 100.82. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 105.70 dan 107.55, serta support pada 99.55 serta level 96.57.

AUDUSD, aussie dollar terpantau menguat tipis ke level 0.7628. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.7405 dan 0.7285, sementara resistance level di 0.7765 dan 0.7850.

Pasar Saham
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum menguat oleh keputusan the Fed yang masih mempertahankan suku bunganya. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau mengalami penguatan ke level 16754. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 17620 dan 18565, sementara support pada level 16315dan lalu 15905. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat terbatas ke level 23679. Minggu ini akan berada antara level resistancedi 24365 dan 25660, sementara support di 22695 dan 21715.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau berakhir dengan keputusan the Fed menunda kenaikan suku bunga yang sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar bursa. Dow Jones Industrial secara mingguan menguat ke level 18,261.45, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 18667dan 19050, sementara supportdi level 17985 dan 17710. Index S&P 500 minggu lalu menguat tipis ke level 2,164.69 dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2194 dan 2220, sementara support pada level 2117 dan 2073.

Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau menguat setelah the Fed mempertahankan suku bunganya, sehingga berakhir dalam harga emas dunia yang menguat ke level $1337.95 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1376 dan berikut $1390, serta support pada $1302dan $1200. Di Indonesia, harga emas terpantau menguat ke level Rp561,966.

Ke mana pasar segera akan bergerak? Haruskah ambil tindakan sekarang atau “wait and see”? Dunia investasi, harus diakui, diwarnai elemen ketidakpastian. Sewaktu-waktu bisa berubah, lebih cepat dari perubahan di panggung politik sekalipun. Kalau penuh kepastian, ini memang lahan gampang jadi kaya. Kenyataannya pasar bergerak begitu dinamisnya, sepertinya tanpa kepastian. Itu bagaikan batu jebakan bagi banyak investor, tetapi sebaliknya sebagian investor melihat itu sebagai batu loncatan mendulang untung. Informasi menjadi kata kunci di sini untuk melakukan tindakan investasi yang tepat atau pas, sekaligus minimum risiko. Di sinilah Vibiznews.com dapat membantu para pembaca dan pelanggannya karena menyediakan berbagai berita, analisis dan rekomendasi pasar terkini. Tetaplah bersama kami, Anda akan terbantu dalam pengambilan keputusan investasi. Terima kasih telah setia bersama kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

alfredBy Alfred Pakasi ,

CEO Vibiz Consulting
Vibiz Consulting Group

 

 

 

 

 

 

Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here