Harga Gula ICE Naik Tajam Terdukung Perkiraan Defisit Produksi

280

Harga gula berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York Selasa dini hari (27/09) berakhir naik terpicu perkiraan defisit produksi gula.

Dealer mengatakan pasar didukung perkiraan akhir lemah penghancuran tebu musim ini di wilayah kunci Pusat-Selatan dari Brasil dan peningkatan ukuran defisit gula global yang diperkirakan oleh analis Platts Kingsman.

Platts Kingsman pada Senin menaikkan perkiraan untuk defisit gula global yang diantisipasi pada musim 2016/17 (Oktober / September) dari 570.000 ton menjadi 6,45 juta ton.

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Maret 2017 terpantau mengalami kenaikan. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup melonjak sebesar 0,42 sen atau setara dengan 1,85 persen pada posisi 23,12 sen per pon.

Malam nanti akan dirilis CB Consumer Confidence September yang diindikasikan melemah. Jika terealisir akan melemahkan dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula kasar berjangka di New York  selanjutnya berpotensi naik dengan kekuatiran defisit produksi dan pelemahan dollar AS.

Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level Resistance pada posisi 23,60 sen dan 24,10 sen. Sedangkan level Support yang akan diuji jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 22,60 sen dan 22,10 sen per pon.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here