Harga CPO 28 September Turun Tertekan Sentimen Negatif Eropa

355

Harga CPO di bursa komoditas Malaysia pada perdagangan Rabu (27/09) terpantau turun. Pelemahan harga CPO siang ini terpicu sentimen negatif dari Eropa terkait pengelolaan tanaman CPO di Malaysia.

Tuduhan yang telah dibuat, bahwa pemerintah Malaysia deforestasi hutan hujan dan menghancurkan satwa liar. Namun CEO The Malaysia Palm Oil Council (MPOC) Dr Yusof Basiron, membantah tuduhan tersebut.

Kekhawatiran juga datang dari pemerintah dan industri Jerman atas dampak lingkungan budidaya kelapa sawit Malaysia. Kanselir Jerman Angela Merkel sebelumnya telah mengangkat isu atas keberlanjutan perkebunan kelapa sawit di Malaysia.

Menyikapi hal tersebut, Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Razak melakukan kunjungan ke Jerman untuk meredakan kekhawatiran tersebut.

Harga CPO kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia hari ini tampak mengalami pelemahan Harga kontrak Desember 2016 yang merupakan kontrak paling aktif melemah sebesar -18 ringgit atau -0,7 persen dan diperdagangkan pada posisi 2.645 ringgit per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya akan melemah dengan sentimen negatif dari Eropa. Namun juga akan memperhatikan pergerakan harga minyak mentah, yang jika terus menguat akan mengangkat harga CPO dan sebaliknya. Mata uang Ringgit juga terpantau melemah siang ini, yang jika terus melemah akan mengangkat harga CPO.

Harga CPO berjangka kontrak Desember 2016 di bursa komoditas Malaysia berpotensi menguji level Support pada posisi 2.600 ringgit dan 2.550 ringgit. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi penguatan ada pada posisi 2.700 ringgit dan 2.750 ringgit.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here