Hasil Pertemuan OPEC Lemahkan Emerging Market Dipimpin Sektor Energi Dan Keuangan

479

Sebagian besar bursa saham emerging-market turun, dipimpin oleh perusahaan keuangan dan energi, karena investor menunggu hasil pertemuan produsen minyak utama yang mencari kesepakatan akan jumlah produksi masing-masing anggota. Ringgit Malaysia menurun.

Bursa saham Tiongkok dan Hong Kong medorong melemahnya bursa saham di Indonesia dan Korea. Ringgit jatuh ke level terendah tiga bulan karena harga minyak mentah di bawah $ 45 per barrel yang membebani prospek keuangan Negara pengekspor minyak ini. Rand Afrika Selatan untuk hari kedua. Pasar keuangan ditutup untuk hari kedua di Taipei setelah topan yang menewaskan empat orang di negara kepulauan ini.

Debat pertama dari tiga debat calon presiden AS kemarin mampu menggerakkan bursa saham Negara-negara berkembang namun eforia kemarin memudar pada hari Rabu ini karena perhatian bergeser ke harga minyak di tengah spekulasi pembicaraan OPEC di Aljazair yang diperkirakan akan melakukan sedikit untuk membendung kelebihan pasokan global. Bahkan Arab Saudi bersama Iran berharap tidak ada kesepakatan pada pertemuan tersebut.

Goldman Sachs Group Inc memangkas proyeksi harga minyak untuk $ 43 per barel untuk kuartal keempat didalam kondisi kelebihan pasokan yang semakin memburuk.

MSCI Emerging Markets Index sedikit berubah, naik 0,1 persen untuk hari kedua pada 11:31 di Hong Kong. Indeks saham regional telah memperoleh 9,2 persen dalam tiga bulan yang berakhir 30 September, ditetapkan untuk keuntungan kuartalan paling tajam sejak Maret 2012.

Selasti Panjaitan/ VMN/VBN/ Senior Analyst Stocks-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here