Anjloknya Saham Deutsche Bank Menekan Bursa Global

509

Bursa Saham AS ditutup melemah tajam pada akhir perdagangan Jumat dinihari tertekan anjloknya saham Deutsche Bank terendah sepanjang sejarah yang menekan sektor keuangan lebih luas. Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 1,07 persen, menjadi ditutup 18,143.45, dengan penurunan tertinggi saham Goldman Sachs. Indeks S & P 500 turun 0,93 persen, menjadi berakhir pada 2,151.13, dengan penurunan tertinggi saham perawatan kesehatan dan keuangan. Indeks Nasdaq turun 0,93 persen, ke 5,269.15.

Bursa Asia pagi ini dibuka lemah mengikuti bursa Wall Street. Terpantau Indeks Nikkei turun 1,64% pada 16.420,63. Indeks ASX 200 turun 0,94 % pada 5.419,90. Indeks Kospi turun 0,98 persen pada 2.048,48.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS pada akhir perdagangan dinihari tadi tadi naik 1,7 persen di 47,83 dollar per barel, kenaikan tertinggi dalam lebih 1 bulan, didukung optimisme atas rencana OPEC untuk membatasi produksi. Harga minyak mentah pada perdagangan selanjutnya berpotesi lemah dengan investor masih mencermati tindakan lanjutan OPEC untuk merealisasikan kesepakatan di Aljazair untuk pembekuan produksi. Juga penguatan dollar AS masih berpotensi menekan harga minyak..

Sedangkan harga emas spot pada perdagangan dinihari tadi berakhir turun 0,11 persen pada 1,319.59 dollar per tory ons, setelah dollar AS naik tipis namun kerugian tertahan oleh sentimen pelemahan bursa Wall Street. Selanjutnya harga emas berpotensi naik dengan merosotnya bursa Wall Street dapat berpotensi menekan bursa Asia.

Dari pasar valas,  Indeks dollar AS naik tipis 0,08 persen semalam setelah data pertumbuhan ekonomi AS kuartal kedua yang naik diimbangi oleh naiknya klaim pengangguran mingguan dan penurunan untuk Pending Home Sales AS ke level terendah sejak Januari.  EURUSD naik 0,04 persen pada 1.1220. GBPUSD turun 0.39 % pada 1.2965.  USDJPY naik 0,34 persen pada 101.01. Dollar AS akan bergerak sideways dengan perkiraan mixed data ekonomi AS.

Dari pasar modal Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan Kamis sore (29/09) berakhir naik 0,12 persen pada 5431,96. Penguatan IHSG terdorong aksi beli saham investor asing.. Pelemahan bursa Wall Street dapat menjadi sentiment bearish bagi IHSG.  Namun optimism ekonomi Indonesia diharapkan menguatkan IHSG hari ini. IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 5404-5418 dan resisten 5460-5488. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini: ADHI, INCO, TBIG dan SMRA.

Data indikator ekonomi yang perlu dicermati hari ini adalah Business Confidence September, Produksi Industri Agustus, Retail Sales Agustus Korea Selatan,  Inflation Rate Agustus, Unemployment Rate Agustus, Produksi Industri Agustus Jepang, Caixin Manufacturing PMI September Tiongkok, Retail Sales Agustus Jerman, Pertumbuhan ekonomi Inggris Q2, Consumer Confidence September Inggris,  Unemployment Rate Agustus, Inflation Rate September Zona Eropa,  Personal Spending, Personal Income Agustus, Michigan Consumer Sentiment September AS.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here