IHSG 3 Oktober Berakhir Naik 1,85 Persen, Raih 492 Miliar Dana Asing

434

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan Senin sore (03/10) berakhir naik 1,85 persen pada 5463,92. Sedangkan Indeks LQ45 naik 2,34 persen pada 943,82. Penguatan IHSG terdorong penguatan bursa global dan mata uang Rupiah.

Bursa saham AS berakhir naik lebih tinggi pada perdagangan akhir pekan hari Sabtu dinihari (01/10) setelah saham Deutsche Bank rebound di tengah laporan bahwa raksasa perbankan Jerman mendekati penyelesaian dengan Departemen Kehakiman AS. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 164,70 poin, atau 0,91 persen, menjadi ditutup pada 18,308.15. Indeks S & P 500 naik 17,14 poin, atau 0,80 persen menjadi berakhir pada 2,168.27. Indeks Nasdaq menguat 42,85 poin, atau 0,81 persen menjadi ditutup pada 5.312.

Lihat : Bursa Wall Street Akhir Pekan dan Q3 Naik Tinggi; Nasdaq Q3 Melonjak 9,7 Persen

Siang ini juga bursa Asia berakhir menguat dengan indeks utama berada di zona hijau. Kenaikan bursa Asia terdukung meredanya kekuatiran Deutsche Bank.

Sore ini bursa Eropa dibuka menguat. Bursa Saham Eropa bergerak positif pada awal perdagangan Senin (03/10) terdukung proses penyelesaian saham Deutsche Bank dan proses Brexit Inggris.

Lihat : Bursa Eropa 3 Oktober Bergerak Naik Terbantu Proses Deutsche Bank dan Brexit

Sore ini terpantau Rupiah menguat. Pasangan kurs USDIDR melemah 0,45 persen pada 12,983.

Kenaikan IHSG juga terdukung optimisme ekonomi Indonesia dengan meningkatnya inflasi bulan September yang sesuai dengan target Bank Indonesia.

Tingkat inflasi tahunan Indonesia pada bulan September naik dari kecepatan pada bulan Agustus, namun tetap dekat dengan dekat posisi terendah tujuh tahun, demikian data dari Biro Pusat Statistik Indonesia yang dirilis Senin (03/10).

Indeks harga konsumen (IHK) pada bulan September naik 3,07 persen dari tahun sebelumnya, dibandingkan dengan tingkat 2,79 persen di bulan Agustus. Sebuah jajak pendapat Reuters memperkirakan inflasi tahunan 3,04 persen.

Lihat : Inflasi September Indonesia Meningkat Sesuai Target BI

Pada akhir perdagangan IHSG sore ini, 206 saham menguat, 114 saham melemah. Tercatat transaksi sebesar Rp6,16 triliun dari 7,11 miliar lembar saham diperdagangkan dengan transaksi sebanyak lebih 253.414 kali.

Penguatan IHSG terdukung oleh semua sektor yang positif, dengan kenaikan tertinggi sektor Industri Dasar yang melonjak 3,13 persen.

Lihat : IHSG 3 Oktober Sesi 1 Naik 1 Persen; Raih 170 Miliar Dana Asing

Sore ini terjadi aksi beli saham investor asing, dimana dana asing yang masuk pasar modal mencapai Rp 492,38 miliar.

Malam nanti akan dirilis data ISM Non Manufacturing PMI September yang diindikasikan meningkat. Jika terealisir akan menguatkan Bursa Wall Street.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan selanjutnya berpotensi naik jika bursa Wall Street menguat, juga diharapkan upaya lanjutan bargain hunting dan optimisme ekonomi Indonesia memberikan penguatan. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 5432-5401, dan jika naik akan menembus kisaran Resistance 5493-5523.

Doni/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here