Inflasi September Indonesia Meningkat Sesuai Target BI

579

Tingkat inflasi tahunan Indonesia pada bulan September naik dari kecepatan pada bulan Agustus, namun tetap dekat dengan dekat posisi terendah tujuh tahun, demikian data dari Biro Pusat Statistik Indonesia yang dirilis Senin (03/10).

Indeks harga konsumen (IHK) pada bulan September naik 3,07 persen dari tahun sebelumnya, dibandingkan dengan tingkat 2,79 persen di bulan Agustus. Sebuah jajak pendapat Reuters memperkirakan inflasi tahunan 3,04 persen.

indonesia-inflation-cpi

Sedangkan harga konsumen naik 0,22 persen secara bulanan.

Untuk tingkat inflasi inti tahunan, yang menarik keluar administered dan volatile harga pangan, adalah 3,21 persen pada September, sejalan dengan ekspektasi analis dan lebih rendah dari 3,32 persen yang tercatat pada bulan Agustus.

Badan Pusat Statistik menyatakan inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,34 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,29 persen; kelompok sandang 0,13 persen; kelompok kesehatan 0,33 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,52 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,19 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu kelompok bahan makanan 0,07 persen.

Bank Indonesia menargetkan inflasi tahunan 4%±1% pada tahun 2016.

Inflasi yang rendah adalah salah satu faktor yang memungkinkan Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga acuan untuk kelima kalinya tahun ini pada 22 September untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Image : Vibizmedia

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here