Market Outlook 3-7 October 2016

493

Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia terpantau mengalami koreksi setelah sempat menyentuh level resistant pasar yang ada oleh aksi ambil untung investor sementara dana asing masih terus masuk ke bursa, sehingga secara mingguan bursa ditutup terkoreksi tipis ke level 5,364.80.

Untuk minggu berikutnya (3-7 Oktober), IHSG terlihat masih berkemungkinan menanjak kembali oleh positifnya perkembangan dana hasil Tax Amnesty dan pergerakan positif bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 5476 dan 5526, sedangkan support di level  5128 dan kemudian 5080.

Mata uang rupiah seminggu lalu terlihat menguat -bahkan sampai turun ke level 12,000’an- walaupun kemudian terkoreksi, di mana secara mingguan rupiah menguat ke level 13,045, setelah sempat menguat sampai ke level 12,926. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 13,165 dan 13,232, sementara support di level 12,926 dan 12,845.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data ISM Manufacturing PMI pada Senin malam; dilanjutkan dengan rilis ADP Non-Farm Employment Change, ISM Non-Manufacturing PMI dan Crude Oil Inventories pada Rabu malam; diikuti dengan data tenaga kerja Unemployment Claims pada Kamis malam; diakhiri dengan rilis Non-Farm Employment Change dan Unemployment Rate pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data Manufacturing PMI Inggris pada Senin sore; diteruskan dengan rilis Services PMI Inggris pada Rabu sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Cash Rate dari bank sentral Australia (RBA) pada Selasa pagi yang diperkirakan bertahan di level 1.50%.

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar terlihat agak melemah di tengah situasi pasar yang dipandang investor masih tidak menentu, di mana secara mingguan index dollar AS terpantau turun ke level 95.380.

EURUSD, pekan lalu euro dollar terpantau turun terbatas ke level 1.1216. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.1045dan 1.0950 sementara resistance pada 1.1365 dan kemudian 1.1615.

GBPUSD,  minggu lalu terlihat turun ke level 1.2990 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level support pada 1.3060 dan kemudian 1.2794, sedangkan resistance pada 1.3535 dan 1.4010.

USDJPY,  minggu lalu berakhir melemah ke level 100.71. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 105.70 dan 107.55, serta support pada 99.55 serta level 96.57.

AUDUSD, aussie dollar terpantau menguat tipis ke level 0.7667. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.7405 dan 0.7285, sementara resistance level di 0.7765 dan 0.7850.

Pasar Saham
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum melemah oleh data ekonomi kawasan yang kurang prospek. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau mengalami pelemahan ke level 16449. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 17620 dan 18565, sementara support pada level 16285 dan lalu 15905. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 23297. Minggu ini akan berada antara level resistancedi 24365 dan 25660, sementara support di 22695 dan 21715.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau berakhir menguat dengan didominasi oleh rebound-nya harga saham Deutsche Bank yang sempat terjungkal karena tagihan Pemerintah AS sebesar $14 milyar yang memberi sentimen di sektor financial pasar bursa. Dow Jones Industrial secara mingguan menguat ke level 18,301.65, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 18667 dan 19050, sementara supportdi level 17985 dan 17710. Index S&P 500 minggu lalu menguat tipis ke level 2,165.00 dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2194 dan 2220, sementara support pada level 2117 dan 2073.

Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau melemah oleh penguatan mata uang dollar, sehingga berakhir dalam harga emas dunia yang melemah ke level $1317.45 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1376 dan berikut $1390, serta support pada $1302dan $1200. Di Indonesia, harga emas terpantau melemah sedikit ke level Rp548,420.

Memasuki kuartal terakhir akhir tahun, kita mendapati bahwa tahun 2016 tetap merupakan tahun yang penuh dengan gejolak pasar. Ketika Eropa masih belum selesai dari resesi ekonominya, resesi yang lebih besar dan mengglobal bisa saja terjadi. Di sana-sini juga kerap terjadi kenaikan tensi geopolitik. Harapan baru bagi kita bukanlah tenangnya pasar. Bukan, itu tidak akan pernah terjadi, di samping pasar jadi tidak menarik lagi dalam keserbatenangannya. Harapan itu ada pada penguasaan pengetahuan dinamika pasar yang semakin baik. Untuk hal ini, teman setia investasi Anda siapa lagi kalau bukan vibiznews.com? Perkenankan kami sampaikan terima kasih bagi Anda semuanya, pembaca setia Vibiznews!

alfredBy Alfred Pakasi ,

CEO Vibiz Consulting
Vibiz Consulting Group

Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here