Dollar AS Kuat Dapat Menekan Pasar Global

462

Bursa Saham AS ditutup lebih rendah pada akhir perdagangan Selasa dinihari, hari perdagangan pertama kuartal keempat, karena investor melakukan profit taking mengabaikan kenaikan harga minyak mentah dan investor mencermati data ekonomi yang sebagian besar lemah. Indeks Dow Jones turun 0,30 persen, menjadi ditutup pada 18,253.85, dengan penuruna tertinggi saham Travellers.Indeks S & P 500 turun 0,33 persen, menjadi berakhir pada 2,161.20, dengan sektor real estate memimpin delapan sektor yang lebih rendah. Indeks Nasdaq turun 0,21 persen, menjadi ditutup pada 5,300.87.

Bursa Asia pagi ini dibuka mixed mencermati melemahnya bursa Wall Street dan menantikan keputusan suku bunga Australia. Terpantau Indeks Nikkei naik 0,60% pada 16.698,28. Indeks ASX 200 turun 0,20 % pada 5.465,20. Indeks Kospi naik 0,62 persen pada 2.056,23.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS pada akhir perdagangan dinihari tadi tadi naik 1,2 persen di 48,81 dollar per barel, setelah komentar pemimpin Iran mendesak perlunya produsen minyak lain untuk bergabung dengan OPEC dalam mendukung pasar. Harga minyak mentah pada perdagangan selanjutnya berpotensi melemah tertekan penguatan dollar AS setelah meningkatnya data ISM Manufacturing PMI.

Sedangkan harga emas spot pada perdagangan dinihari tadi berakhir turun 0,2 persen pada 1,311.56 dollar per tory ons, merespon keputusan Inggris untuk menetapkan batas waktu Maret untuk memulai proses pemisahan diri dari Uni Eropa. Selanjutnya harga emas berpotensi melemah dengan penguatan dollar AS setelah data ISM Manufacturing PMI AS meningkat.

Dari pasar valas,  dollar AS menguat setelah pertumbuhan sektor manufaktur AS kembali ke ekspansi pada bulan September. EURUSD turun 0,20 persen pada 1.1210. GBPUSD turun 1.07 % pada 1.2836.  USDJPY naik 0,32 persen pada 101.64. Dollar AS selanjutnya berpotensi menguat dengan kepastian keputusan Brexit bulan Maret tahun depan dan penguatan sektor manufaktur.

Dari pasar modal Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan Senin sore (03/10) berakhir naik 1,85 persen pada 5463,92. Penguatan IHSG terdorong penguatan bursa global dan mata uang Rupiah. Pelemahan bursa Wall Street dapat menjadi sentiment yang menekan. Namun optimism ekonomi Indonesia dengan peningkatan inflasi dan keberhasilan program tax amnesty dapat menjadi sentiment penguat IHSG hari ini. IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 5384-5424 dan resisten 5484-5507. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini: BBRI, AALI, UNTR dan PWON.

Data indikator ekonomi yang perlu dicermati hari ini adalah Current Account Korsel Agustus, Keputusan suku bunga Australia, Consumer Confidence Jepang September, PPI Agustus Zona Eropa

 

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here