Krisis Deutsche Bank : Dari Peringatan IMF Hingga Denda Departemen Kehakiman AS

565

Dana Moneter Internasional (IMF) rupanya sudah memberi peringatan tiga bulan lalu bahwa Deutsche Bank berpotensi menjadi ancaman sistemik terhadap sistem keuangan global, dan hal itu terlihat sekarang.

Tiga bulan lalu IMF telah melaporkan bahwa salah satu lembaga keuangan terbesar di dunia, Deutsche Bank, “tampaknya menjadi kontributor paling penting untuk risiko sistemik, diikuti oleh HSBC dan Credit Suisse”.

Dalam skenario terburuk, Deutsche Bank sangat mempengaruhi jaringan keuangan global, yang keruntuhannya bisa menjadi bencana untuk sektor perbankan.

Kasus Deutsche Bank, yang gagal stress test Federal Reserve AS untuk tahun kedua berturut-turut, menggarisbawahi kebutuhan untuk manajemen risiko, pengawasan ketat bank-bank besar dan pemantauan ketat eksposur lintas batas.

IMF menyimpulkan bahwa Jerman perlu untuk meneliti apakah rencana perbankan dan likuidasi memang diimplementasikan, serta memastikan apakah otoritas terkait dapat mempertahankan kontrol atas bank.

Deutsche Bank telah menjadi berita yang mengguncangkan pasar. Beberapa spekulan percaya bahwa itu akan menjadi krisis 2008 Lehman Brothers lagi. Harga saham bank sebentar lagi bisa menjadi satu digit. Saat ini telah stabil sekitar € 10 tetapi ini masih jauh di bawah € 30 lebih dari setahun yang lalu, dan € 100 per saham pada tahun 2007.

Peraturan baru sejak krisis keuangan mengharuskan bank harus mengumpulkan keuntungan mereka untuk membuat bantalan yang lebih besar terhadap risiko. Ini berarti bahwa keuntungan yang Deutsche akan peroleh dari beberapa tahun ke depan bisa jadi tidak kembali ke pemegang saham. 

Bank besar ini juga memiliki masalah dengan memiliki terlalu banyak karyawan. Deutsche memiliki lebih dari 100.000 karyawan. Sejumlah pegawai di cabang ritel telah dipotong tahun ini. Jadi kelebihan tenaga kerja menambah masalah ini.

Berurusan dengan masalah ini memerlukan investasi kembali sebagian keuntungannya dalam kegiatan restrukturisasi, yang berarti lebih sedikit uang untuk pemegang saham dalam jangka pendek. Kegagalan untuk melakukannya, akan menciptakan peluang bagi pendatang baru untuk pasar perbankan seperti keuangan alternatif dan operasi fintech baru.

Kebijakan suku bunga negatif Bank Sentral Eropa adalah juga penambah masalah.

Permasalahan besar adalah tindakan baru-baru ini dengan densa US $ 14 miliar dari Departemen Kehakiman AS untuk kesalahan penjualan obligasi hipotek. Deutsche berupaya untuk menegosiasikan angka yang lebih kecil.

Permasalahan terus mengancam Deustche Bank. Dengan penurunan harga saham, tambah lagi, mengingat sifat disfungsional regulasi keuangan zona Eropa, biaya politik yang tinggi dan juga tindakan lambat pemerintah Jerman untuk campur tangan.

Menambah kompleksitas ini, denda dari pemerintah AS datang hanya beberapa hari setelah denda $ 13 miliar Uni Eropa dikenakan kepada Apple, membuat beberapa curiga bahwa ada unsur balas dendam. Benar atau tidak, hasil yang tidak pasti selama proses banding yang panjang hanya akan meningkatkan risiko berinvestasi di Deutsche Bank.

Bank memiliki aset lebih dari € 1.8 triliun dan ekuitas € 67 miliar.

Pergerakan mendatang akan sangat menentukan apakah keyakinan konsumen dan harga saham bisa rusak. Paling buruk, hasilnya akan terjadi kesulitan ekonomi dan politik yang signifikan dalam beberapa minggu mendatang. Juga menciptakan rasa urgensi dalam zona Eropa untuk secara komprehensif mengatasi masalah sektor perbankan yang telah memburuk selama delapan tahun terakhir.

Doni/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here