Dana Tebusan Tax Amnesty Masuk BBCA Lumayan Besar, Sahamnya Dalam Tekanan

1325

Mengawali perdagangan saham  hari ketiga pekan ini (5/10), saham PT Bank Central Asia Tbk.(BBCA) melanjutkan profit taking hari sebelumnya dengan nilai saham dibuka lebih rendah. BBCA yang berhasil temukan tumpuan kuat untuk bergerak bullish pada perdagangan tanggal 27 September lalu hingga mencapai posisi saham tertinggi sepanjang tahun, mendapat tekanan jual cukup besar dari investor asing pagi ini.

Melihat jumlah dana tebusan yang sudah masuk melalui BBCA sebagai bank persepsi pembayaran tebusan dan repatriasi tax amnetsy lumayan besar dibandingkan bank yang ditunjuk pemerintah,  sebesar  Rp 37,1 triliun dari seluruh jumlah  uang tebusan pada tahap pertama sebesar Rp97,2 triliun.

Untuk pergerakan sahamnya di lantai perdagangan bursa saham hari Rabu (5/10), saham BBCA dibuka lemah  pada posisi 15750 dan penutupan perdagangan  sebelumnya berada pada level 15950. Terpantau saham sempat bergerak lemah  dengan volume perdagangan saham  baru  mencapai 17  ribu  lot  saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BBCA perdagangan sebelumnya bearish dengan indikator MA  bergerak naik moderat   dan  indikator Stochastic konsolidasi di area jenuh beli.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik dengan  +DI yang  bergerak turun  juga menunjukkan pergerakan BBCA dalam tekanan.  Dengan kondisi teknikalnya  diprediksi kisaran saham berikutnya  pada target  support di level 15650 hingga target resistance di level 16230.

Lens Hu/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
 Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here