Harga Minyak Mentah Naik Terbantu Penurunan Persediaan AS

419

Harga minyak naik pada perdagangan Rabu (05/10) di sesi Asia, setelah laporan bahwa persediaan minyak mentah mingguan AS jatuh selama minggu ke lima berturut-turut.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada $ 49,13 per barel, naik 44 sen, atau 0,90 persen, dari pemukiman terakhir mereka.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent diperdagangkan pada $ 51,29 per barel, naik 42 sen, atau 0,83 persen.

Para pedagang mengatakan harga yang lebih tinggi yang sebagian besar merupakan hasil dari laporan oleh American Petroleum Institute (API) pada Selasa menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS kemungkinan turun untuk minggu kelima berturut-turut, menurun 7,6 juta barel.

Gary Ross, pendiri dan ketua eksekutif di konsultan berbasis di New York PIRA, mengatakan bahwa kesepakatan yang direncanakan oleh anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas produksi kemungkinan akan menyebabkan hanya peningkatan harga yang sederhana.

ING Bank juga memperingatkan untuk tidak terlalu memperhatikan rencana OPEC memotong produksi sebelum rincian disepakati.

“Ini masih hanya rencana, dan tidak ada kesepakatan akhir yang dibuat,” kata bank, menambahkan bahwa bahkan pemotongan sederhana menghadapi rintangan mengingat bahwa Iran, Nigeria dan Libya telah berkampanye untuk pengecualian, yang berarti anggota seperti Venezuela dan Arab Saudi semakin tertekan.

Bank Belanda tersebut mengatakan bahwa harga telah “mengkonsolidasikan bawah resistance horisontal sekitar $ 53,20 per barel selama 4 bulan terakhir,” dan bahwa harga yang lebih tinggi “yang mungkin dalam beberapa minggu mendatang untuk beberapa bulan ke depan, meskipun terbatas.”

Malam nanti akan dirilis persediaan minyak mentah mingguan AS oleh Energy Information Administration (EIA) AS yang akan melaporkan angka persediaan resmi pada Rabu, meskipun analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan EIA melaporkan kenaikan persediaan 2,6 juta barel untuk pekan yang berakhir 30 September.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi melemah jika data persediaan minyak mentah mingguan AS terealisir meningkat. Harga minyak mentah diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 48,60-$ 48,10, dan jika harga naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 49,60-$ 50,10.

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here