Pasar Tiongkok Masih Libur, Taiwan, Filipina, Jepang, India Dan Australia Keluarkan Data Ekonomi

605

Sementara pasar di Tiongkok tetap tertutup sepanjang minggu untuk liburan, Taiwan dan Filipina akan memperbarui data harga konsumen. Services purchasing managers’ indexes untuk Jepang dan India juga akan ditunggu hari ini, bersama dengan laporan penjualan ritel Australia. Taiwan juga akan mengeluarkan data cadangan devisa.

S & P / NZX 50 Index Selandia Baru, tergelincir 0,9 persen pada 8:51 waktu Tokyo, mendorongnya turun lebih dari 3 persen dari rekor tertinggi yang dicapai pada awal September. Di Australia, S & P / ASX 200 Index turun 0,4 persen setelah Bloomberg Commodity Index reli empat hari.

Kontrak pada Indeks S & P 500 turun 0,1 persen menjadi 2,142.75 Rabu didorong penurunan sektor utilitas dan saham telekomunikasi yang telah turun 0,5 persen ke terendah satu minggu di sesi terakhir. Kontrak pada indeks Kospi di Seoul melemah 0,4 persen, sedangkan pada indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,1 persen. Kontrak pada Indeks Hang Seng China Enterprises turun 0,2 persen di sebagian besar perdagangan terakhir.

Nikkei 225 futures di pra pasar Osaka ditawar naik hingga 0,2 persen, ke 16.760, kontrak indeks ini di Bursa Berjangka Chicago juga naik naik 0,4 persen menjadi 16.810 dan di Singapura Nikkei 225 futures naik 0,6 persen menjadi 16.810 juga.

Nilai tukar yen, yang biasanya bergerak berlawanan dengan saham Jepang, sedikit berubah menjadi 102,86 per dolar setelah enam hari slide lebih dari 2,5 persen. The Bloomberg Dollar Spot Index – yang melacak greenback terhadap 10 mata uang utama, termasuk mata uang Jepang – sedikit berubah setelah naik 0,6 persen di sesi terakhir.

Kiwi melemah untuk tiga hari berturut-turut, menurun 0,4 persen menjadi 71,81 sen AS. Harga rata-rata untuk susu bubuk, nilai ekspor pertanian Selandia Baru, turun 3,8 persen pada lelang GlobalDairyTrade, sementara indeks harga susu secara keseluruhan turun 3 persen.

Pound stabil di $ 1,2730 setelah tenggelam sebanyak 1 persen pada Selasa dan menyentuh titik terendah sejak 1985 di tengah kecemasan akan saat-saat U.K. menindaklanjuti keputusan negera ini keluar dari Uni Eropa.

Selasti Panjaitan/ VMN/VBN/ Senior Analyst Stocks-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here