Harga Minyak Mentah Sesi Asia Terganjal Profit Taking

321

Harga minyak mentah merosot tertekan profit taking pada hari Kamis (06/10) di sesi Asia, tetapi tetap dekat level tertinggi Juni yang dicapai di sesi sebelumnya yang didukung oleh penurunan persediaan minyak mentah AS.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada $ 49,50 per barel pada, turun 33 sen atau 0,66 persen dari penutupan terakhir.

Harga minyak mentah berjangka internasional Brent turun 32 sen atau 0,62 persen menjadi $ 51,54 per barel.

Para pedagang mengatakan penurunan harga Kamis sebagian akibat profit taking setelah harga yang naik kuat sehari sebelumnya.

Kedua kontrak mencapai tingkat tertinggi sejak Juni Rabu setelah Administrasi Informasi Energi (EIA) AS mengatakan persediaan minyak mentah turun 3 juta barel pekan lalu untuk 499.740.000 barel, dan karena pasar minyak internasional bersiap untuk pemotongan produksi yang direncanakan oleh Organisasi Minyak Negara pengekspor (OPEC).

Analis mengatakan bahwa harga WTI kemungkinan akan “mengincar psikologis $ 50” segera, meskipun ada risiko penurunan dari pengebor shale menempatkan kilang kembali ke dalam operasi yang dengan harga yang lebih rendah.

Analis lain mengatakan bahwa kondisi pasar secara keseluruhan menunjuk harga sedikit lebih tinggi, sebagian besar disebabkan rencana penurunan produksi OPEC.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah selanjutnya akan mencermati pergerakan dollar AS yang jika melemah akan menguatkan harga. Juga akan dicermati suasana pasar merespon rencana pemotongan produksi OPEC. Harga minyak mentah diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 49,00-$ 48,50, dan jika harga naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 50,00-$ 50,50.

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here