Dampak Kecelakaan Parah Poundsterling Masih Berlanjut

621

Pasar forex baru saja dihebohkan kecelakaan keras yang dialami oleh nilai mata uang Inggris yaitu poundsterling, terjadi pada perdagangan sesi Asia dimana kurs tersebut anjlok paling parah terhadap banyak rivalnya seperti dollar AS dan juga euro. Sebelumnya kondisi poundsterling sedang alami pukulan kuat yang dimulai awal pekan ini hingga jatuh kembali ke posisi terendah 31 tahun.

Dalam perdagangan pagi ini, poundsterling secara mengejutkan jatuh ke posisi 1.1378 namun tidak lama kemudian naik lagi ke posisi 1.2454. Menurut banyak pemberitaan media asing menyebutkan peristiwa terjun bebasnya pound diduga oleh kesalahan investor besar mengambil posisi trading atau biasa disebut fat finger (typo error dalam mengetik posisi trading).

Kecelakan parah tersebut mendapat sentimen dari pernyataan Presiden Perancis Hollande yang minta Uni Eropa persulit negosiasi dengan Inggris dalam proses keluarnya negeri tersebut yang ditetapkan pemerintah pada akhir Maret 2017. PM Inggris Theresa May  hari Minggu umumkan pemerintahannya akan mulai lakukan negosisasi keluar dari Uni Eropa pada Maret 2017, dan pengumuman ini membuat negara kawasan Eropa panik sehingga pound semakin tertekan.

Sebagai informasi, pengumuman Theresa May ini membuat sentimen Brexit dalam perdagangan forex menjadi Hard Brexit, suatu kondisi yang membuat pasar global panik akan kondisi kawasan Eropa dengan cepatnya waktu Inggris keluar dari Uni Eropa. Pasar menilai baik Inggris dan juga Eropa belum siap dengan keputusan yang sepihak tersebut. Bahkan dapat memicu aksi serupa anggota Uni Eropa lainnya dan membuat kondisi Eropa semakin runyam.

Jelang akhir perdagangan sesi Asia hari Jumat (7/10) kurs pound Inggris masih berada di posisi yang buruk dalam perdagangan 3 dekade baik terhadap dollar AS dan juga Euro. Terhadap dollar AS, pair GBPUSD kini sudah anjlok 2 persen lebih ke posisi 1.2438, dan untuk pergerakan selanjutnya simak Rekomendasi GBPUSD yang disajikan Vibiznews.com setiap hari.

H Bara/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here