Harga Batubara Akhir Pekan Turun; Mingguan Melonjak 9,5 Persen

367

Pada akhir perdagangan akhir pekan Sabtu dini hari (08/10), harga batubara Rotterdam berakhir lemah tertekan merosotnya harga minyak mentah.

Harga minyak mentah turun lebih dari 1 persen pada akhir perdagangan akhir pekan Sabtu dinihari terpicu aksi profit taking sdtelah harga minyak mentah seminggu terakhir rally hampir 15 persen ke tertinggi empat bulan di tengah harapan pemotongan produksi minyak mentah OPEC.

Juga membebani pasar adalah kenaikan mantap dalam pengeboran minyak AS karena perdagangan harga di atau dekat $ 50 per barel. Sebuah laporan perusahaan jasa minyak Baker Hughes pada Jumat menunjukkan pengebor AS menambahkan kilang di 14 dari 15 minggu terakhir.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) berakhir 63 sen, atau 1,3 persen, ke $ 49,81 per barel. Sebelumnya berkhir di $ 50,44 per barel pada hari Kamis – penutupan pertama di atas $ 50 sejak akhir Juni.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 65 sen, atau 1,2 persen, $ 51,86, setelah menyentuh $ 52,84 sebelumnya, dua sen di bawah tertinggi 2016.

Lihat : Harga Minyak Mentah Akhir Pekan Merosot 1 Persen; Mingguan Naik 3 Persen

Dengan pelemahan harga minyak mentah tersebut, harga batubara Rotterdam berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak bulan November 2016 merosot di posisi 76,05 dollar per ton. Harga komoditas tersebut mengalami penurunan sebesar -0,55 dollar atau setara dengan -0,72 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Secara mingguan harga batubara melonjak 9,5 persen terdukung melonjaknya harga minyak mentah.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga batubara berjangka Rotterdam pada perdagangan selanjutnya berpotensi naik dengan pelemahan dollar AS setelah data pekerjaan AS melemah

Harga batubara berjangka berpotensi mengetes level Resistance pada posisi 76,50 dollar dan Resistance kedua di level 77,00 dollar. Sedangkan level Support yang akan diuji jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 75,50 dollar dan 75,00 dollar.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here