Harga CPO 10 Oktober Bergerak Naik Terpicu Pelemahan Ekspor Malaysia

377

Harga CPO di bursa komoditas Malaysia terpantau naik pada perdagangan Senin siang (10/10). Kenaikan harga CPO siang ini terpicu pelemahan ekspor dan menantikan rilis data persediaan CPO Malaysia.

El Nino yang membawa terik panas di Asia Tenggara merusak tanaman, yang berdampak hasil sawit di dua produsen terbesar Malaysia dan Indonesia terganggu.

Ekspor Malaysia September terlihat jatuh menjadi 1,53 juta ton, turun 15,5 persen dari rekor 1,81 juta ton bulan sebelumnya.

Persediaan minyak sawit Malaysia kemungkinan tumbuh pada September dari dekat enam tahun rendah bulan sebelumnya, memperluas kenaikan produksi dan penurunan permintaan ekspor.

Persediaan diperkirakan meningkat 3,1 persen pada September menjadi 1,51 juta ton, menurut jajak pendapat Reuters dari delapan pekebun, pedagang dan analis. Yang akan menandai kenaikan pertama dalam stok sejak Juni. Hasil ini akan dirilis tanggal 10 Oktober ini.

Harga CPO kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia hari ini tampak mengalami kenaikan. Harga kontrak Desember 2016 yang merupakan kontrak paling aktif menguat sebesar 8 ringgit atau 0,31 persen dan diperdagangkan pada posisi 2.569 ringgit per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya berpotensi melemah dengan potensi penguatan Ringgit dan pelemahan minyak mentah.

Harga CPO berjangka kontrak Desember 2016 di bursa komoditas Malaysia berpotensi mengetes level Support pada posisi 2.520 ringgit dan 2.470 ringgit. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi kenaikan harga ada pada posisi 2.620 ringgit dan 2.670 ringgit.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here