Harga Gula Akhir Pekan Naik 1 Persen; Mingguan Naik 1,8 Persen

307

Harga gula berjangka ICE ditutup naik pada akhir perdagangan bursa ICE Futures New York akhir pekan Sabtu dini hari (10/10). Harga komoditas ini mengalami penguatan terdukung pelemahan dollar AS.

Indeks dollar AS melemah 0,17 persen setelah data pekerjaan AS melemah, memudarkan harapan kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat.

Ekonomi AS menambahkan 156.000 pekerjaan bulan lalu dan tingkat pengangguran berdetak sampai 5,0 persen, Departemen Tenaga Kerja mengatakan Jumat. Ekonom yang disurvei oleh Reuters telah memperkirakan 176.000 pekerjaan baru dan tingkat pengangguran bertahan di 4,9 persen. Hasil ini juga penurunan dari revisi naik 167.000 pekerjaan pada bulan Agustus (dibandingkan dengan jumlah asli 151.000).

Lihat : Data NFP AS Melemah, Kenaikan Suku Bunga AS Desember Memungkinkan

Melemahnya dolar AS membuat komoditas gula yang berbasis dolar ini menjadi lebih murah dalam mata uang lainnya.

Pada penutupan perdagangan Sabtu dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Maret 2017 terpantau rebound. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup naik sebesar 0,31 sen atau setara dengan 1,34 persen pada posisi 23,42 sen per pon.

Secara mingguan harga gula masih positif 1,83 persen, sebagian besar terpicu kekuatiran defisit produksi di negara-negara produsen.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga gula berjangka untuk perdagangan selanjutnya berpotensi naik dengan potensi pelemahan dollar AS setelah memudarnya kenaikan suku bunga AS. Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi menguji level Resistance pada posisi 23,90 sen dan 24,40 sen. Sedangkan level Support yang akan diuji jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 22,90  sen dan 22,40 sen.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here