Harga Kopi Arabica Akhir Pekan Naik 1 Persen; Mingguan Merosot 2 Persen

409

Harga kopi arabica berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York pada penutupan perdagangan akhir pekan Sabtu dini hari (10/10) berakhir naik. Kenaikan harga kopi arabica terdukung pelemahan mata uang Dollar AS.

Indeks dollar AS melemah 0,17 persen setelah data pekerjaan AS melemah, memudarkan harapan kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat.

Ekonomi AS menambahkan 156.000 pekerjaan bulan lalu dan tingkat pengangguran berdetak sampai 5,0 persen, Departemen Tenaga Kerja mengatakan Jumat. Ekonom yang disurvei oleh Reuters telah memperkirakan 176.000 pekerjaan baru dan tingkat pengangguran bertahan di 4,9 persen. Hasil ini juga penurunan dari revisi naik 167.000 pekerjaan pada bulan Agustus (dibandingkan dengan jumlah asli 151.000).

Lihat : Data NFP AS Melemah, Kenaikan Suku Bunga AS Desember Memungkinkan

Pelemahan dollar AS membuat harga kopi arabica yang dijual dalam mata uang dollar AS menjadi lebih murah, sehingga permintaannya meningkat.

Harga kopi arabika berjangka untuk kontrak paling aktif bulan Desember 2016 ditutup naik pada posisi 1,4800 dollar, naik sebesar 1,60 sen atau setara dengan 1,09 persen.

Namun secara mingguan harga kopi arabica ICE merosot -2,34 persen, sebagian besar tertekan penguatan dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga kopi arabika berjangka di ICE Futures New York pada perdagangan selanjutnya berpotensi naik dengan potensi pelemahan dollar AS setelah memudarnya kenaikan suku bunga AS. Harga kopi arabika berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk mengetes level Resistance di posisi 1,5100 dollar dan 1,5400 dollar. Sedangkan level Support yang akan dihadapi jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 1,4500 dollar dan 1,4200 dollar.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here