Harga Timah 10 Oktober Stabil

316

Harga timah di bursa Malaysia stabil pada perdagangan Senin (10/10). Stabilnya harga dengan investor menantikan perkembangan pasar global yang mencerna hasil data pekerjaan AS yang diimbangi dengan pelemahan Wall Street dan investor juga mencermati hasil debat kedua kandidat Presiden AS.

Indeks dollar AS melemah 0,17 persen setelah data pekerjaan AS melemah, memudarkan harapan kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat.

Ekonomi AS menambahkan 156.000 pekerjaan bulan lalu dan tingkat pengangguran berdetak sampai 5,0 persen, Departemen Tenaga Kerja mengatakan Jumat. Ekonom yang disurvei oleh Reuters telah memperkirakan 176.000 pekerjaan baru dan tingkat pengangguran bertahan di 4,9 persen. Hasil ini juga penurunan dari revisi naik 167.000 pekerjaan pada bulan Agustus (dibandingkan dengan jumlah asli 151.000).

Lihat : Data NFP AS Melemah, Kenaikan Suku Bunga AS Desember Memungkinkan

Namun sentimen bullish tersebut diimbangi dengan pelemahan bursa Wall Street yang melemah akhir pekan.

Lihat :  Bursa Wall Street Akhir Pekan Tertekan Data NFP dan Harga Minyak; Mingguan Masih Negatif

Invstor juga mencermati debat kedua kandidat Presiden AS, antara Hillary Clinton dari Partai Demokrat berhadapan dengan Donald Trump dari Partai Republik. Beberapa analis menyatakan debat kali ini membukukan hasil seri atau sama kuat.

Harga timah di bursa komoditas Malaysia terpantau stabil hari ini. Harga logam industri ini diperdagangkan pada posisi 20.020 dollar per ton, sama dengan penutupan sebelumnya pada akhir pekan di 20.020.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga timah Malaysia pada perdagangan selanjutnya berpotensi naik dengan potensi pelemahan dollar AS setelah pudarnya harapan kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat ini. Harga akan menghadapi level Resistance di posisi 20.200 dollar dan 20.400 dollar. Akan tetapi jika terjadi penurunan, harga timah akan menghadapi level Support di 19.800 dollar dan 19.600 dollar.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here