IHSG 10 Oktober Bergerak Naik Terdukung Penguatan Rupiah

434

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Senin (10/10) dibuka datar, turun tipis 1,34 poin atau 0,02 persen, pada 5375,81. Namun setelah itu bergerak naik. Penguatan IHSG terpicu penguatan Rupiah setelah data pekerjaan AS melemah sehingga menekan dollar AS.

Pada 15 menit pertama, IHSG naik 0,19 persen pada 5387,54.

Ekonomi AS menambahkan 156.000 pekerjaan bulan lalu dan tingkat pengangguran berdetak sampai 5,0 persen, Departemen Tenaga Kerja mengatakan Jumat. Ekonom yang disurvei oleh Reuters telah memperkirakan 176.000 pekerjaan baru dan tingkat pengangguran bertahan di 4,9 persen. Hasil ini juga penurunan dari revisi naik 167.000 pekerjaan pada bulan Agustus (dibandingkan dengan jumlah asli 151.000).

Lihat : Data NFP AS Melemah, Kenaikan Suku Bunga AS Desember Memungkinkan

Pelemahan data pekerjaan AS menguatkan mata uang Rupiah. Terpantau pasangan kurs USDIDR melemah 0,15 persen pada 12,970.

Pagi ini terpantau 107 saham menguat, 54 saham melemah, dan sisanya saham stagnan. Tercatat transaksi sebesar lebih Rp295 miliar dari 772 juta lembar saham diperdagangkan dengan transaksi sebanyak lebih 17.200 kali.

Pagi ini IHSG terdukung oleh 8 sektor yang positif, dengan penguatan tertinggi sektor Aneka Industri yang meningkat 0,71 persen.

Lihat : Rekomendasi Saham-saham Unggulan, Kamis 6 Oktober 2016

Pagi ini aksi profit taking investor asing berlangsung. Terpantau dana asing yang keluar pasar modal mencapai Rp 16,85 miliar.

Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan berpotensi naik dengan keniakan Rupiah, setelah lemahnya data pekerjaan AS memudarkan harapan kenaikan suku bunga AS. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 5357-5332, dan jika naik akan menembus kisaran Resistance 5419-5450.

Doni/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here