Market Outlook 10-14 October 2016

324

Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia terpantau bergerak negatif oleh profit taking dan indeks terjun ke bawah kisaran 5400. Sentimen negatif datang dari pelemahan rupiah pekan  oleh bangkitnya harapan kenaikan Fed rate akhir tahun yang  mengangkat tinggi dollar AS, sehingga secara mingguan bursa ditutup melemah ke level 5,377.15, sempat melaju sampai di 5482.

Untuk minggu berikutnya (10-14 Agustus), IHSG kemungkinan dalam konsolidasi namun masih dalam uptrend-nya, sambil pasar menantikan pergerakan bursa global. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 5485 dan 5505, sedangkan support di level 5307 dan kemudian 5274.

Mata uang rupiah seminggu lalu terlihat dalam posisi penguatan mingguan dalam 3 pekan berturut oleh sentimen tax amnesty dan sedikit pelemahan dollar, di mana secara mingguan rupiah menguat ke level 12,982. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 13,012 dan 13,077, sementara support di level 12,924 dan 12,856.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini tidak ada data yang begitu istimewa ditunggu pasar. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Crude Oil Inventories pada Rabu malam; dilanjutkan dengan  data tenaga kerja Unemployment Claims pada Kamis malam; ditutup dengan  data Retail sales, PPI, Prelim UoM Consumer pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data sentimen ZEW Jerman dan kawasan Euro, German CPI dan  Trade Balanced kawasan Euro.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa Current Account Jepang  pada Selasa pagi; berikutnya data inflasi dan PPI Tiongkok pada hari Jumat pagi.

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar terlihat menguat oleh bangkitnya harapan kenaikan suku bunga Federal Reserve akhir tahun ini namun dipangkas oleh buruknya data NFP bulan September. Secara mingguan index dollar AS terpantau naik ke level 96.470.

EURUSD, pekan lalu euro dollar terpantau anjlok ke level 1.1196. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.1069 dan 1.0945 sementara resistance pada 1.1290 dan kemudian 1.1370.

GBPUSD,  minggu lalu terlihat turun ke level 1.2440  dan ntuk minggu ini pasar berkisar antara level support pada 1.1939 dan kemudian 1.1860, sedangkan resistance pada 1.2960 dan 1.3364.

USDJPY,  minggu lalu berakhir menguat ke level 102.96 dan minggu ini akan berada di antara resistance level pada 104.94 dan 106.70, serta support pada 101.20 serta level 99.53.

AUDUSD, aussie dollar terpantau melemah ke level 0.7586 dan range minggu ini akan berada di antara support level di 0.7536 dan 0.7440, sementara resistance level di 0.7680 dan 0.7768.

Pasar Saham
Untuk pasar saham kawasan, pada akhir pekan bursa Asia melemah oleh kewaspadaan investor menantikan rilis data pekerjaan AS. Namun untuk hasil mingguan, secara umum menguat oleh data ekonomi kawasan yang kurang prospek.

Indeks Nikkei secara mingguan terpantau mengalami penguatan terbantu pelemahan mata uang Yen, berakhir ke level 16860. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 17,434 dan 17,959, sementara support pada level 16,369 dan 15,873. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir positif terbantu kinerja positif saham-sahamnya dan membaiknya data ekonomi Tiongkok, berakhir ke level 23851. Minggu ini akan berada antara level Resistance di 24.242 dan 24.726, sementara Support di 23.273 dan 22.789.

Bursa saham Wall Street minggu lalu berakhir melemah terpicu merosotnya data pekerjaan AS dan penurunan harga minyak mentah. Dow Jones Industrial secara mingguan melemah ke level 18,240.49, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 18414 dan 18623, sementara support di level 18053 dan 17873. Index S&P 500 minggu lalu melemah ke level 2,153.74 dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2185 dan 2215, sementara support pada level 2123 dan 2093.

 

Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau anjlok 5 persen oleh penguatan mata uang dollar, namun mengakhiri akhir pekan naik terdorong melemahnya data pekerjaan AS sehingga memudarkan kenaikan suku bunga AS, ke level $1,256.08 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1276 dan berikut $1296, serta support pada $1236dan $1216. Di Indonesia, harga emas terpantau melemah ke level Rp559,00.

Pada saat sejumlah pasar investasi terlihat bullish dan sepertinya terus mencetak rekor tertingginya, banyak sekali pelaku pasar yang bergairah untuk mengejarnya. Situasi seperti ini bila berlebihan menjadi suatu eforia. Di tempat seperti inilah biasanya banyak investor terperangkap oleh efek psikologis dan kekurangpahaman situasi pasar. Justru di sini kondisi pasar haruslah dipantau terus secara ketat. Masalahnya banyak investor yang kurang memiliki waktu yang cukup untuk itu. Kembali, dalam hal ini, Vibiznews.com siap membantu Anda untuk menyorot situasi pasar untuk keputusan investasi Anda yang lebih akurat. Terima kasih telah bersama kami karena merasakan kehadiran kami demi sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

alfredBy Alfred Pakasi ,

CEO Vibiz Consulting
Vibiz Consulting Group

Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here