Bursa Tokyo 13 Oktober Berakhir Turun Tertekan Penguatan Yen dan Pelemahan Ekspor Tiongkok

315
indeks nikkei

Di akhir perdagangan bursa saham Jepang Kamis (13/10), indeks Nikkei ditutup turun 0,39 persen, atau 65,76 poin pada 16,774.24. Pelemahan indeks Nikkei tertekan penguatan Yen dan pelemahan ekspor Tiongkok.

Yen menguat terhadap dolar AS, diperdagangkan pada 103,79 per 02:16 HK / SIN, dibandingkan dengan tingkat di atas 104 sebelumnya.

Ekspor September Tiongkok turun 10 persen dari tahun sebelumnya, jauh lebih buruk dari yang diperkirakan, sementara impor secara mengejutkan menyusut 1,9 persen setelah naik pada bulan Agustus, menunjukkan tanda-tanda kemantapan ekonomi Tiongkok mungkin tidak bertahan lama.

Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan impor naik 1 persen, setelah secara tak terduga maju 1,5 persen pada Agustus untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun pada permintaan kuat untuk batubara serta komoditas lain seperti bijih besi yang meningkat dengan adanya lonjakan aktifitas konstruksi.

Lihat : Ekspor September Tiongkok Anjlok 10 Persen, Surplus Perdagangan Menyusut

Pada akhir perdagangan, saham-saham eksportir berakhir mixed. Saham Toyota naik 0,17 persen, saham Honda naoik 0,43 persen, saham Mitsubishi turun -0,13 persen, saham Canon turun -0,28 persen.

Sedangkan untuk indeks Nikkei berjangka terpantau turun -100,00 poin atau -0,59 persen pada 16,790, turun dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya pada 16,890.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks Nikkei akan mencermati pergerakan mata uang Yen yang jika terus menguat akan menekan bursa Tokyo. Secara teknikal Indeks Nikkei akan bergerak dalam kisaran Support 16,239-15,771, dan kisaran Resistance 17,225-17,718.

Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center 
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here