Pasar Global Mixed Mencerna Risalah Pertemuan The Fed

482

Bursa Saham AS berakhir mixed pada akhir perdagangan Kamis dinihari, setelah risalah pertemuan Federal Reserve September memberikan sinyal dovish untuk kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, namun masih memungkinkan untuk Desember ini. Indeks Dow Jones ditutup naik 0,09 persen, di 18,144.20, dengan kenaikan tertinggi saham Nike. Indeks S & P 500 ditutup naik 0,11 persen, pada 2,139.17, dengan sektor real estat memimpin delapan sektor yang lebih tinggi. Indeks komposit Nasdaq ditutup turun 0,15 persen, pada 5,239.02.

Bursa Asia pagi ini dibuka mixed mengikuti bursa Wall Street. Terpantau Indeks Nikkei naik 0,56% pada 16.935,07 terbantu pelemahan Yen. Indeks ASX 200 turun 0,44 % pada 5.450,80 tertekan saham energi dan keuangan. Indeks Kospi turun 0,12 persen pada 2.031,33.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS pada akhir perdagangan dinihari tadi tadi turun 1,2 persen di 50,18 dollar per barel, setelah OPEC melaporkan produksi minyak September mencapai tertinggi delapan tahun, memudarkan optimisme atas janji kelompok itu untuk mengendalikan kekenyangan minyak mentah global. Harga minyak mentah selanjutnya berpotensi lemah dengan kekuatiran kekenyangan global setelah laporan peningkatan produksi OPEC dan laporan API untuk peningkatan persediaan AS.

Sedangkan harga emas spot pada perdagangan dinihari tadi berakhir naik tipis 0,01 persen pada 1,253.31 dollar per tory ons, setelah risalah pertemuan The Fed memberikan sinyal dovish untuk kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat ini. Selanjutnya harga emas berpotensi naik dengan pudarnya kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat ini.

Dari pasar valas,  dollar AS menguat setelah risalah pertemuan The Fed memperkuat kemungkinan kenaikan suku bunga AS bulan Desember. EURUSD turun 0,42 persen pada 1.1006. GBPUSD naik 0.62 % pada 1.2196.  USDJPY naik 0,68 persen pada 104.21. Dollar AS selanjutnya berpotensi menguat dengan harapan kenaikan suku bunga AS bulan Desember.

Dari pasar modal Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan Rabu sore (12/10) berakhir turun 0,32 persen pada 5364,61. Pelemahan IHSG tertekan pelemahan bursa Asia. Mixednya bursa Wall Street dan lemahnya harga minyak mentah dapat menjadi sentiment negative IHSG. Namun optimism ekonomi Indonesia diharapkan menjadi penguat IHSG hari ini. IHSG diperkirakan akan ada di kisaran support 5334-5350 dan resisten 5381-5396. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini: BBCA, ITMG, TLKM dan GGRM.

Data indikator ekonomi yang perlu dicermati hari ini adalah Keputusan Suku Bunga Korea Selatan, Data perdagangan September, New Yuan Loans September, FDI September Tiongkok, Inflation Rate September Jerman, Harga Ekspor Impor September, Jobless Claim, persediaan minyak mentah mingguan AS.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here