Perseteruan Yen Lawan Dollar AS Dipicu Oleh Data Ekspor China

520

Pergerakan kurs yen Jepang yang bergerak lemah pada awal perdagangan sesi Asia (13/10) melanjutkan tekanan perdagangan sebelumnya  berhasil bangkit kembali lawan  dollar AS yang sangat menekan yen pasca risalah pertemuan FOMC bulan Septmber lalu. Kekuatan ekstra yang membuat yen bangkit oleh efek perdagangan safe haven, muncul kembali setelh Pemerintah China laporkan kinerja perdagangan luar negeri mereka bulan September.

China melaporkan kondisi ekspor dan impor mereka mengkhawatirkan hingga jatuh sangat dalam dibawah ekspektasi sehingga membuat surplus dagang mereka terpangkas ke posisi surplus paling rendah dalam 6 bulan terakhir. Sentimen ini mengkhawatirkan pasar sehingga membangkitkan kembali minat safe haven yen yang ditekan kuat beberapa hari terakhir oleh kuatnya harapan kenaikan Fed rate tahun ini.

Pergerakan kurs yen  sesi Eropa (07:35:35 GMT) menguat  terhadap dollar AS,  USDJPY yang dibuka lebih rendah  pada 104.19  di   awal   perdagangan   (00.00 GMT) turun 23 pips  dan nilai pair tersebut bergulir  pada 103.96.

Untuk pergerakan pair hingga akhir perdagangan  sesi malam bisa semakin turun  jika data unemploymen claims menekan dollar, sehingga  analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair USDJPY selanjutnya dapat turun ke kisaran  103,50-102,31  jika  pergerakan positif   pair tidak mencapai kisaran  104,70-105.10.

Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here