Harga Gula ICE Akhir Pekan Tertekan Penurunan Impor Tiongkok; Mingguan Merosot 2 Persen

213

Harga gula berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York pada akhir pekan Sabtu dini hari (31/10) berakhir lemah terpicu penurunan impor Tiongkok.

Departemen Agriculture AS untuk biro Beijing baru-baru ini memangkas proyeksi untuk impor gula Tiongkok di 2016-17 untuk enam juta ton, 1,9 juta di bawah perkiraan resmi USDA. Secara tahunan, Tiongkok telah mengimpor 2,62 juta ton gula, dibandingkan dengan 4.85 juta pada tahun 2015, menurut data resmi.

Pada penutupan perdagangan Sabtu dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Maret 2017 terpantau mengalami penurunan. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup merosot sebesar -0,43 sen atau setara dengan -1,47 persen pada posisi 22,16 sen per pon.

Hasil ini semakin melemahkan harga gula secara mingguan, yang merosot -2,42 persen. Penurunan sebagian besar dipengaruhi penguatan dollar AS dan pelemahan minyak mentah.

Malam nanti akan dirilis data Personal Income dan Personal Spending September AS yang diindikasikan meningkat. Jika terealisir akan menguatkan dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula kasar berjangka di New York  pada perdagangan selanjutnya berpotensi melemah dengan penguatan dollar AS. Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level Support pada posisi 21,65 sen dan 21,15 sen. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi kenaikan harga ada pada posisi 22,65 sen dan 23,15 sen per pon.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here